Breaking News:

Berita Surabaya

Komplotan Jambret Kambuhan di Surabaya kembali Berulah, Berbagi Peran Incar Korban Perempuan

Setelah unit Jatanras Satreskrim Polrestabes meringkus komplotan jambret jalanan, kini giliran unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya unjuk gigi.

surya.co.id/firman rachmanudin
Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya menunjukkan sejumlah tersangka penjambretana dan barang buktinya, Jumat (10/7/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah unit Jatanras Satreskrim Polrestabes meringkus komplotan jambret jalanan, kini giliran unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya unjuk gigi.

Lima komplotan jambret yang meresahkan warga digulung polisi setelah beraksi di enam tempat di Surabaya.

Kelima tersangka itu adalah M Iman Firdaus (33) warga Dupak Pasar Surabaya, Aris Setiawan (28) warga Dupak Bangunrejo Surabaya, Ardiansyah (29), ND (17) dan FA (17), warga Surabaya.

"Ada enam TKP di Surabaya, ada di Jalan Arjuno, Gelora Pancasila, Raya Kupang, Dupak, Kya-Kya dan Demak," kata Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Rizky Wicaksana, Jumat (10/7/2020).

Setiap kali beraksi, lima pelaku ini memiliki peran berbeda.

Empat orang menjadi eksekutor sedang satu lainnya berperan mengalihkan perhatian korbannya.

"Perannya berbeda, masing-masing saling mengisi saat beraksi. Jadi eksekutornya ini ada dua orang, dua joki dan satu lagi sebagai pengalih perhatian," tambahnya.

Sebelum beraksi, komplotan ini kerap melakukan survey calon korban dengan berkeliling.

Sasarannya adalah para korban perempuan yang mengenakan tas cangklong, kemudian memilih jalanan yang lebar dan sepi.

"Mereka profiling dulu,cari lokasi yang jalannya lebar dan lurus. Sasarannya cewek pakai tas cangklong.sama mereka ini ditarik paksa," tandasnya.

Dari hasil interogasi, dua dari lima tersangka ini merupakan residivis yang pernah mendekam ditahanan atas kasus serupa.

Sementara itu, otak pelaku kejahatan  Iman mengaku jika dia dan empat rekannya itu melakukan aksinya secara acak dan tidak dijanjikan lebih dulu.

"Awalnya nongkrong, terus saya bilang mau kerja gak (jambret) setelah sepakat kita semua berangkat cari sasaran," aku tersangka.

Dari hasil kejahatan itu, para pelaku berhasil mendapat uang, handpone yang kemudian dijual.

"Kadang ada dompet berisi uang. Kadang handpone itu dijual. Uangnya dibagi rata buat foya-foya sama makan," tandasnya.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved