Breaking News:

KABAR TERBARU Pembobol BNI Rp 1,7 Triliun, Maria Pauline Lumowa Ditahan dan Dijerat Pasal Berlapis

Berikut kabar terbaru kasus dugaan pembobolan BNI sekitar Rp 1,7 triliun yang dilakukan Maria Pauline Lumowa.

KOMPAS TV/ARSIP KEMENKUMHAM
Maria Pauline Lumowa, buron kasus pembobolan BNI yang baru saja diekstradisi dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (9/7/2020). 

SURYA.co.id | JAKARTA - Berikut kabar terbaru kasus dugaan pembobolan BNI sekitar Rp 1,7 triliun yang dilakukan Maria Pauline Lumowa.

Hari ini, setelah kedatangannya dari Serbia (Kamis, 9/7/2020), Bareskrim Polri resmi menyematkan status tersangka dan langsung menahan nenek 62 tahun tersebut.

Namun, penyidik polri belum bisa melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap Maria, karena menunggu pengacara resmi dari pihak Belanda.

Meski lahir di Sulawesi Utara, namun, sejak 1979, Maria sudah menjadi warga negara Belanda

Penyidik Bareskrim bakal menjerat Maria dengan pasal berlapis.

Berikut kabar terbaru dari kasus pembobolan BNI.

"Kita sudah membuat surat ke Kedutaan Besar Belanda untuk memberitahukan bahwa ada warganya yang saat ini sudah kita tangkap dan lakukan penahanan," ujar Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta yang disiarkan YouTube Tribrata TV, Jumat (10/7/2020).

Dalam pengiriman surat tersebut, pihaknya juga meminta agar Kedubes Belanda dapat segera menunjuk penasihat hukum terhadap perempuan yang sejak 1979 tercatat sudah menjadi warga negara Belanda.

Hal itu dilakukan supaya proses hukum terhadap Maria segera memasuki tahap pemeriksaan.

"Kita meminta kepada Kedutaan Besar Belanda untuk memberikan pendampingan hukum dalam rangka pemeriksaan terhadap saudari MPL," katanya.

Halaman
123
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved