Breaking News:

Berita BUMN

HUT Ke-48 Petrokimia Gresik, Dirut Rahmad Pribadi: PG Menuju Related Diversified Industry

Direktur Utama PG, Rahmad Pribadi menajdi inspektur upacara HUT ke-48 PG secara virtual di Jakarta, Jumat (10/7/2020).

Foto:pg untuk surya.co.id
HUT PG - Direktur Utama PG, Rahmad Pribadi saat menajdi inspektur upacara HUT ke-48 PG secara virtual di Jakarta, Jumat (10/7/2020). 

SURYA.co.id | GRESIK – Petrokimia Gresik genap berusia 48 tahun. Perjalanan panjang hingga usia enam windu ini menjadi istimewa.

Sebab, mulai awal tahun hingga sekarang dunia tengah menghadapi pandemi coronavirus disease (Covid-19) yang tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan dan ekonomi, tapi juga sektor pangan dan pertanian sebagai penopang hajat hidup masyarakat, Jumat (10/7/2020).

Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi, menjadi inspektur upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Petrokimia Gresik secara virtual di Jakarta. 

Dalam sambutannya, Rahmad mengutarakan pengetahuannya, bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan peringatan kemungkinan terjadinya krisis pangan dan bencana kelaparan akibat pandemi covid-19.

Sehingga, negara penghasil dan pengekspor produk pertanian akan cenderung membatasi kegiatan ekspor untuk menjaga stok pangan dalam negerinya.

Menurut Rahmad, hal ini akan mengakibatkan supply shock yang akhirnya mendisrupsi rantai pasok pangan nasional. Untuk itu, Indonesia harus memperkuat sektor produksi pertanian domestik sebagai penopang utama ketahanan pangan nasional. Sehingga, Indonesia akan aman.

 “Sudah menjadi tugas bersama untuk memastikan krisis pangan tidak boleh terjadi di tanah air,” kata Rahmad.

Dalam menjalankan operasional bisnis di tengah pandemi covid-19, Rahmad membaca krisis ini ibarat pedang bermata dua yang selalu menghadirkan peluang dan tantangan. “Terganggunya rantai pasok global memberikan peluang bagi Petrokimia Gresik untuk meningkatkan ekspor,” imbuhnya.

Selama Maret hingga Juni 2020, terjadi lonjakan ekspor Urea, NPK, NPS dan ZK. Rekor ekspor Urea sebanyak 33.000 ton ke Meksiko. Sehingga volume ekspor pupuk pada semester I tahun 2020 sebanyak 253 ribu ton. Hampir menyentuh volume ekspor sepanjang tahun 2019 yaitu sebanyak 392 ribu ton.

 “Ini menjawab tantangan yang disampaikan Menteri BUMN bapak Ercik Thohir, bahwa perusahaan negara harus bertransformasi menjadi perusahaan bertaraf internasional dan berdaya saing di pasar global,” imbuhnya.

Halaman
123
Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved