Breaking News:

Berita Surabaya

Pemkot Surabaya Gelar Operasi Patuh Masker, Puluhan Orang Disanksi Karena Abaikan Protokol Kesehatan

Kepatuhan warga menggunakan masker terus dilakukan monitoring oleh Pemkot Surabaya.

SURYA.CO.ID/Ahmad Zaimul Haq
OPERASI PATUH MASKER - Petugas gabungan dari Dishub, Satpol PP Surabaya, TNI dan Polri melakukan operasi patuh masker kepada pengguna jalan di Jl Darmo, depan Taman Bungkul Surabaya, Kamis (9/7/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kepatuhan warga menggunakan masker terus dilakukan monitoring oleh Pemkot Surabaya.

Operasi gabungan pun digelar untuk memeriksa seluruh pengendara agar disiplin menggunakan masker, Kamis (9/7/2020).

Salah satunya dilakukan di Jalan Darmo Surabaya, operasi yang menyasar sektor transportasi darat ini dilakukan oleh personel Pemkot Surabaya dengan pihak Kepolisian dan TNI. Total ada 70 personel yang diturunkan.

"Protokol kesehatan yang diatur dalam Perwali harus ditegakkan," kata Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dishub Surabaya, Tundjung Iswandaru, Kamis (9/7/2020).

Perwali nomor 28 tahun 2020 memang tengah digencarkan di Surabaya. Dimana warga harus membiasakan disiplin protokol kesehatan ditengah pandemi Covid-19.

Pengendara roda dua dan roda empat serta angkutan umum satu persatu dilakukan screening. Bila ada yang kedapatan abai menggunakan masker, harus siap-siap diproses.

Menurut Tundjung, sebagaimana Perwali yang mengatur tatanan normal baru tersebut. Sudah ada beberapa sanksi yang disiapkan.

Mulai dari penyitaan KTP selama 14 hari, hingga harus menjalani hukuman sosial. Diantaranya harus mengurus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Liponsos Keputih.

"Kalau suhu tubuhnya normal semuanya, para sopir angkot sudah banyak yang patuh menggunakan masker, meskipun beberapa sopir itu menggunakan masker dengan diletakkan di bawah hidung," terang Tundjung.

Benar saja, dalam operasi yang digelar tersebut puluhan orang terciduk lantaran tak memakai masker. Sebanyak 79 orang disita KTP-nya dan 3 orang lainnya dibawa ke Liponsos untuk menerima sanksi sosial karena tidak membawa KTP.

Operasi semacam itu bakal terus dilakukan. Apalagi, Pemkot Surabaya saat ini menggencarkan monitoring di berbagai sektor.

Warga harus memakai masker dan menjaga jarak. Upaya itu untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di Surabaya.

"Untuk kebaikan kita bersama dan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya,” ujar Tundjung menambahkan.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved