Breaking News:

Berita Surabaya

Lumbung Pangan Jatim Perluas Layanan Hingga ke 19 Kabupaten Kota

Lumbung Pangan Jawa Timur memperluas layanannya hingga ke 19 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Humas Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat berada di Lumbung Pangan Jatim. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

SURYA.co.id | SURABAYA - Lumbung Pangan Jawa Timur memperluas layanannya hingga ke 19 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Selain bisa membeli dengan harga sembako yang murah, masyarakat juga dipermudah dengan layanan online dan biaya antar atau ongkir gratis.

Direktur PT Panca Wira Usaha, Erlangga Satriagung, selaku penyelenggara Program Lumbung Pangan Jatim menjelaskan sebelumnya Lumbung Pangan Jatim hanya melayani 11 kabupaten/kota.

"Semula berasal dari 3 daerah yaitu Surabaya, Gresik, Sidoarjo. Kemudian ditambah 5 daerah yaitu Kabupaten dan Kota Mojokerto lalu Kabupaten dan Kota Pasuruan serta Bangkalan," kata Erlangga saat ditemui di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Kamis (9/7/2020).

Setelah itu diperluas lagi ke Malang Raya yaitu, Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu.

"Kali ini ditambah 8 kabupaten kota lagi sehingga totalnya 19 kabupaten kota atau 50 persen dari jumlah kabupaten kota di Jatim," lanjutnya.

Delapan kabupaten kota tambahan ini antara lain Jombang, Nganjuk, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, dan Kota Madiun.

"Mudah-mudahan bisa bertambah lagi. Targetnya minggu depan kami melakukan perluasan lagi ke sembilan daerah sehingga pada Bulan Juli sudah menjangkau 28 kabupaten/kota," kata Erlangga yang juga Ketua KONI Jatim ini.

Dalam kesempatan yang sama Dirut PT Pos, Gilarsi Wahyu Setijono menegaskan bahwa PT Pos siap untuk mensukseskan perluasan layanan Lumbung Pangan Jatim tersebut.

"PT Pos dengan network dan SDM yang dimiliki, dan pengalaman yang kita punya siap hadir membantu Jawa Timur dalam upaya bersama melewati Pandemi ini," kata Gilarsi.

Gilarsi menambahkan dalam Pandemi Covid-19 ini setiap daerah harus bisa bertahan dengan cara memunculkan ide dan inovasi baru salah satunya adalah dengan menghadirkan biaya logistik yang murah.

"Sebenarnya suatu yang salah kaprah ketika biaya logistik itu mahal. Biasanya truk berangkatnya penuh tapi baliknya kosong, ini karena koordinasi antar wilayahnya tidak terjalin," tambahnya.

Untuk itu PT Pos lanjut Gilarsi siap  membantu semaksimal mungkin untuk berkoordinasi dan mendukung ide ide dari Pemprov Jatim salah satunya adalah Lumbung Pangan Jatim.

"Dengan biaya logistik yang lebih murah masyarakat bisa mendapatkan kualitas produk yang lebih baik dengan kualitas yang sama atau bahkan lebih baik," pungkasnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved