Breaking News:

Berita Surabaya

Kumpulan Cerita Mengajar Daring Dosen UK Petra Surabaya Dilelang Rp 20 Juta, Ini Sosok yang Dapat

Selama pandemi Covid-19 para dosen Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya menuangkan kisahnya dalam memulai kelas daring melalui buku

Surabaya.Tribunnews.com/Sulvi Sofiana
Peluncuran buku sekaligus lelang buku Mendadak Daring dari Univeristas Kristen (UK) Petra Surabaya melalui Zoom, Kamis (9/7/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Selama pandemi Covid-19 para dosen Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya menuangkan kisahnya dalam memulai kelas daring melalui buku berjudul “Mendadak Daring”.

Buku ini kemudian diluncurkan sekaligus lelang buku "Mendadak Daring" melalui aplikasi Zoom, Kamis (9/7/2020).

Meilinda, direktur Office of Institutional Advancement (OIA) UK Petra mengungkapkan, hanya ada satu buku yang dilelang dan bertandatangan panelis dan editor. Dimulai dengan harga Rp 100.000, penawar tertinggi yang akan memenangkan lelang ini.

Buku dengan 248 halaman ini berisi "sharing" pengalaman dari 43 dosen dari berbagai Program Studi/Fakultas termasuk para dosen Luar Biasa yang ada di UK Petra.

"Dalam proses lelang terdapat dua penawar yang sama-sama terus menaikkan tawarannya. Pasalnya, dana lelang yang didapatkan akan diberikan ke UKP Covid-19 Relief Funds,"paparnya.

Salah satu penawar bahkan mengusulkan agar ada dua buku “Mendadak Daring” yang dilelang. Sehingga akhirnya lelang ini berhasil mendapatkan Rp 20.000.000 untuk dua pemenang.

Buku ini akhirnya didapat Andar Sirait, Pimpinan BNI Graha Pangeran dan Ajoe Kartika, Anggota Pengawas YPTK Petra.

Rektor UK Petra, Prof Dr Ir Djwantoro Hardjito MEng mengungkapkan buku ini memuat pergumulan pribadi saat para dosen “dipaksa” keluar dari zona nyamannya. Dalam waktu sesingkat mungkin harus memindahkan kelas fisik menjadi daring.

“Situasi yang memaksa semua dosen mengajar secara daring itu merupakan pengalaman sangat berharga. Seorang dosen dituntut melakukan proses refleksi, mengevaluasi pengalaman-pengalaman yang terjadi," kesan pria yang juga pengagas buku ini.

Untuk itu, UK Petra mengajak para dosen menuliskan refleksi mengajar daring dan dibentuk dalam buku. Sehingga bisa saling belajar untuk meningkatkan kemampuan diri sebagai dosen.

Roni Anggoro, dosen Prodi Arsitektur UK Petra menuangkan salah satu pengalaman menariknya dalam buku ini. Yaitu pola pengajarannya mengharuskan “hidup” di ruang studio selama 28-30 jam seminggu.

“Ini jelas pengalaman yang baru bagi kami, baik mahasiswa maupun dosen. Seperti lebih giat memberikan informasi dan monitoring mahasiswa lebih intens baik melalui zoom atau WA grup, jelasnya.

Namun, kerap kali ia juga harus kesulitan mencari mahasiswanya untuk hadir dalam kelas daring.

"Bagi mahasiswa yang “menghilang” saya lebih intens mencarinya. Tak hanya itu, saya belajar membuat instruksi saya dalam kalimat lebih sistematis agar mahasiswa tidak malas membacanya," urainya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved