Breaking News:

Berita Tulungagung

BPNT Sudah Dipaketkan, KPM di Tulungagung Tidak Bisa Membeli Sesuai Kebutuhan

Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) di Kabupaten Tulungagung disalurkan dalam bentuk paket sembako.

Penulis: David Yohanes | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/David Yohanes
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo menyalurkan bantuan sembako untuk warga terdampak pandemi Covid-19. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) di Kabupaten Tulungagung disalurkan dalam bentuk paket sembako.

Banyak di antaranya paket ini langsung dibagikan lewat kantor desa atau diantar langsung ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Seorang KPM asal Kecamatan Sumbergempol dengan panggilan Emon mengungkapkan, BPNT sarat pelanggaran.

Menurutnya, dalam pedoman umum (Pedum) BPNT, bantuan tidak boleh dipaketkan.

“Kenyataannya, sekarang semua dipaketkan. Bahkan yang mencairkan di ewarong (elektronik warung gotong royong) pun juga sudah dipaketkan,” ujar Emon.

Karena sudah dipaketkan, maka KPM tidak bebas membeli sesuai kebutuhannya.

Padahal dalam Pedum ditegaskan, KPM bebas membeli jenis dan jumlah bahan pangan yang akan dibeli.

Emon mencontohkan, bisa saja KPM butuh lebih banyak beras dan tidak butuh telur.

“Ada yang di rumahnya punya kolam kecil berisi ikan, atau punya bebek yang bertelur setiap hari. Kan gak butuh protein,” katanya.

Emon menilai, pemaketan bantuan ini menjadi sumber penyelewengan BPNT.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved