Breaking News:

Berita Malang Raya

Alasan Pria yang Setubuhi Anak Kandung di Malang Ini Bikin Jengkel, Polisi Analisa Kejiwaan Pelaku

Pelaku mendapat motivasi melakukan perbuatan cabul karena kagum melihat tumbuh kembang anak putrinya

SURYA.CO.ID/Erwin Wicaksono
Pelaku pencabulan anak kandung, NS saat rilis di Polres Malang, Kamis (9/7/2020). 

SURYA.CO.ID, MALANG - NS (45) masih berhasrat melakukan pencabulan kepada putri kandungnya, meski telah mendapat jatah hubungan seksual dari sang istri.

"Saya mencabuli anak kedua saya," ujarnya saat dipaparkan dalam rilis di Polres Malang, Kamis (9/7/2020).

Pria asal Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang ini mengaku khilaf telah melakukan tindakan asusila kepada anak kandungnya yang masih berusia 16 tahun.

"Itu semua karena khilaf. Saya gak liat video porno," ungkap NS.

Ia menegaskan anaknya tak sampai hamil akibat perbuatannya.

"Jatah dari istri juga dapat," katanya sembari memasuki ruang tahanan.

Sementara itu, Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar menjelaskan, tindakan cabul tersangka kepada korban tak bisa terbantahkan karena sudah ada bukti kuat.

"Kami sudah pernah melaksanakan visum kepada korban. Sehingga benar ditemukan ada tanda habis dicabuli," ujar Hendri.

Hendri menerangkan, pelaku mendapat motivasi melakukan perbuatan cabul karena kagum melihat tumbuh kembang anak putrinya.

"Karena ada rasa penasaran saat melihat anaknya sudah mulai tumbuh dari segi reproduksi," tutur Hendri.

Polisi juga masih menganalisa kondisi kejiwaan pelaku. Apakah mengidap kelainan seksual atau tidak.

"Kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi pelaku," beber Hendri.

Akibat perbuatannya, tersangka disangkakan pasal berlapis. Yakni, UU perlindungan anak dan UU kekerasan dalam rumah tangga.

Pria Kejam di Malang Berkali-kali Setubuhi Anak Kandungnya, Berupaya Tusuk Paha Korban Pakai Gunting

"Pasal 81 dan Pasal 82 UU perlindungan anak Tahun 2002 diperbarui Nomor 35 tahun 2014, ancaman hukumannya 5 sampai 7 tahun,"

"Serta pasal 46 UU Nomor 35 tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara," jelas Hendri.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved