Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Setelah Dikepras 50 Persen, Dana BPOPP SMA/SMK Jatim Diupayakan Tambah Dalam Pembahasan P-APBD 2020

Penambahan anggaran untuk BPOPP sekolah SMA/SMK Jawa Timur kini sedang dimatangkan dan diajukan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi mengatakan bahwa pemotongan BPOPP untuk sekolah SMA SMK di Jawa Timur diupayakan akan segera ditambal.

Dalam pembahasan perubahan anggaran keuangan P-APBD 2020 mendatang, diupayakan BPOPP sekolah yang sudah dipotong akan ditambahkan kembali.

"Di PAK nanti semoga ada potensi anggaran, Insya Allah yang dipotong enam bulan akan ada tambahan-tambahan agar proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik," kata Wahid, di Gedung Negara Grahadi, Rabu (8/7/2020).

Penambahan anggaran untuk BPOPP sekolah SMA/SMK di Jawa Timur tersebut kini sedang dimatangkan dan diajukan kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Sebagaimana diketahui, anggaran BPOPP untuk sekolah SMA/SMK di Jatim telah dikepras sebanyak 50 persen dalam rangka refocusing anggaran untuk penanggulangan covid-19 di Jawa Timur.

Pengurangan anggaran BPOPP tersebut cukup dirasakan oleh sekolah, sehingga banyak yang meminta agar pengurangan tersebut dihentikan dan dikembalikan seperti semula.

Terlebih, dalam pengeprasan anggaran BPOPP ini sekolah SMA/SMK baik negeri maupun swasta tidak diperkenankan untuk meminta pungutan pada siswa maupun wali murid dalam bentuk dan nama apapun. Yang berhak meminta hanya atas nama komite wali murid dan itupun sifatnya adalah sukarela.

"Untuk sekolah negeri memang tidak kami perkenankan untuk meminta uang pungutan ke siswa. Kami meminta agar sekolah lebih baik melakukan efisiensi dari BPOPP yang ada untuk kegiatan yang wajib," kata Wahid.

Misalnya memprioritaskan untuk pembayaran gaji guru GTT, membayar biaya untuk kegiatan belajar dan mengajar.

Untuk itu Wahid mempersilakan agar sekolah melakukan evaluasi kembali pada penggunaan dana BPOPP-nya.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved