Breaking News:

Virus Corona di Trenggalek

Polres Trenggalek Beri Bantuan Sembako untuk 100 Penggali Kubur di 4 Kecamatan

Polres Trenggalek memberi bantuan sosial kepada seratus tukang gali kubur di Kabupaten Trenggalek

surya.co.id/aflahul abidin
Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring ketika memberikan bantuan ke tukang gali kubur, Selasa (8/7/2020). 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK - Polres Trenggalek memberi bantuan sosial kepada seratus tukang gali kubur yang tersebar di kabupaten tersebut, Rabu (8/7/2020).

Bantuan ini sebagai penyemangat para penggali kubur yang harus bersiap apabila ada kasus pemakaman yang berhubungan dengan covid-19.

Para penggali kubur penerima bantuan berasal dari empat kecamatan.

Rinciannya, 65 orang dari Kecamatan Trenggalek, 10 orang dari Pogalan, 15 orang dari Karangan, dan 10 orang dari Tugu.

Mereka menerima bingkisan berupa sembako, masker, uang saku, dan jajanan.

Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring mengatakan, para penggali kubur punya peran besar ketika pandemi Covid-19.

Meski belum ada pasien positif Covid-19 yang meninggal di Trenggalek, mereka tetap harus siap siaga dengan kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi.

"Para penggali kubur ini punya jasa yang besar, dan banyak terlupakan jasanya. Bantuan ini semoga dapat memberi semangat ke mereka," kata Doni.

Ia juga meminta agar para penggali kubur menerapkan protokol kesehatan secara ketat apabila menggali dan menutup kubur untuk kematian yang berhubungan dengan wabah corona.

Contohnya, yakni saat proses pemakaman pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal.

Berdasarkan laporan Pemkab Trenggalek, hingga Selasa (7/7/2020), ada 16 PDP yang meninggal dunia.

Meski dilaporkan negatif Covid-19, mereka tetap dimakamkan dengan protokol kesehatan yang berlaku.

"Kami sekaligus memberi arahkan agar para penggali kubur menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19," sambung Doni.

Ia juga meminta agar para penggali kubur tak menolak pemakaman apabila ada pasien positif Covid-19 yang meninggal di Trenggalek.

Ini sebagai antisipasi mengingat ada beberapa kasus penolakan di beberapa daerah di Indonesia beberapa waktu belakangan.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved