Breaking News:

Berita Lamongan

Petani Tambak Kerapu Lamongan Mengeluh Sering Ditangkap Karena Pakai Air Laut untuk Budidaya Ikan

Para petambak ikan kerapu di Lamongan mengeluh ke menteri Edhy Prabowo karena banyak yang dipanggil polisi karena memanfaatkan air laut.

surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahro
Kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ke Kampung Kerapu Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Rabu (8/7/20208). 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ke Kampung Kerapu di Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan, Rabu (8/7/20208), dimanfaatkan para petani tambak ikan kerapu untuk mengeluarkan uneg-unegnya. 

Mereka mengeluh banyak petani yang akan ditangkap oleh pihak kepolisian karena dianggap salah dalam pemanfaatan air laut.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Mashudi AM, salah satu pembudidaya ikan kerapu yang juga Ketua Aliansi Lamongan Petani Tambak Pantura.

Pada Menteri Edhy ia menyampaikan ada banyak petani tambak pantura khususnya Lamongan yang saat ini menerima surat panggilan dari pihak kepolisian Polda Jawa Timur.

Para petani tambak dianggap melanggar hukum karena melanggar aturan terkait penggunaan air laut untuk budidaya ikan kerapu di tambak mereka.

“Pak Menteri tolonglah UU yang memiliki unsur pidana mohon untuk dikaji ulang karena saya adalah bagian dari korban. Kemarin tanggal 29 juni 2020 saya mendapatkan surat dari Polda, saya diduga melanggar UU No 31 Tahun 2004 karena menggunakan air laut di tambak kami,” keluhnya.

“Kami ini ada di pantura, kami petani tambak pantura. Kalau nggak pakai air laut kami mau pakai air apa. Kalau memang air laut tidak boleh kami pakai silakan saja kalau begitu pemerintah yang membendung iar lautnya agar tidak masuk ke tambak kami,” tegas Mashudi.

Ia mengatakan bahwa surat panggilan dari kepolisian tersebut tidak ia sendiri yang menerima. Melainkan juga ada sejumlah petani tambak yang lain yang juga dapat surat panggilan.

Padahal ia mengaku bahwa selama ini tidak ada sosialisasi maupun pembinaan dari pemerintah terkait larangan atau aturan dalam penggunaan air laut dalam pembudidayaan ikan di tambak.

“Kami ini siap dibina kalau memang ada aturannya. Wong kami ini menggunakan air laut juga dalam rangka memperbanyak ikan bukan mencuri ikan,” ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved