Breaking News:

Press Release

Surabaya Sukses Berlakukan Layanan Satu Pintu Kepabeanan dan Karantina

Sistem Single Submission (SSm) atau Pelayanan Satu Pintu Pabean - Karantina telah sukses diterapkan di TPS Tanjung Perak, Surabaya.

ist
Pemeriksaan dokumen kepabeanan secara bersama atau Joint Inspection di Area Gama Ray Terminal Petikemas Surabaya (TPS) - Surabaya yang melibatkan petugas Badan Karantina Pertanian Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sistem Single Submission (SSm) atau Pelayanan Satu Pintu Pabean - Karantina telah sukses diterapkan di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) - Tanjung Perak, Surabaya.

SSm diklaim menjadikan importir atau Perusahaan Pengurus Jasa Kepabeanan (PPJK) cukup mengakses satu portal untuk pengajuan dokumen pabean dan karantina sekaligus.

SSm tersebut merupakan bentuk tindak lanjut dari Inpres No. 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional.

Pada 7 Juli 2020, Karantina Pertanian Surabaya bersama Bea Cukai, BKIPM Surabaya, Pelindo III serta Lembaga National Single Window (LNSW) menerapkan pemeriksaan dokumen kepabeanan secara bersama atau Joint Inspection. Pemeriksaan ini dilakukan di Area Gama Ray Terminal Petikemas Surabaya (TPS) - Surabaya.

Pemeriksaan bersama pada itu dilakukan terhadap impor wijen sebanyak 18.5 Ton dari India.

Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak Fauzi menyampaikan bahwa inovasi pemeriksaan bersama ini dapat memangkas waktu dan biaya pengeluaran kontainer.

“Dengan pemeriksaan bersama, memudahkan importir mengurus perijinan dan mengurangi biaya penanganan peti kemas. Peti kemas akan langsung diperiksa oleh karantina dan bea cukai pada lokasi dan waktu yang bersamaan,” jelas Musyaffak melalui rilis tertulis kepada redaksi. 

Musyaffak juga memberikan apresiasi kepada Pejabat Karantina Pertanian Surabaya, karena dapat menjalin sinergitas dan kerja sama dengan Bea Cukai.

Hal ini diharapkan dapat membuat iklim usaha dan investasi di Jawa Timur (Jatim) semakin baik. Sedangkan membaiknya iklim usaha akan berdampak pada harga barang yang makin kompetitif dan pengelolaan logistik di Pelabuhan Tanjung Perak yang menjadi lebih baik, efektif dan efisien.

“Dengan implementasi sistem ini akan ada percepatan waktu. Saya berharap pejabat karantina yang bertugas di lapangan tetap menjaga komitmen dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” imbuh Musayaffak.

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil mengapresiasi penerapan SSm dan Pemeriksaan bersama di Surabaya.

"Pelaku usaha cukup ke NSW saja, tidak ada lagi repetisi dan duplikasi," tutur Jamil.

Menurut Jamil, penerapan ini telah diterapkan di Semarang dan hari Surabaya dan terus dilakukan bertahap ke 45 pelabuhan laut tanah air lain yang telah terintegrasi dengan sistem NSW.

"Layanan makin cepat dan efisien, harapannya dengan arus barang makin lancar daya saing produk pertanian juga perikanan kita makin tinggi di pasar global," pungkasnya.

Penulis: Eben Haezer Panca
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved