Breaking News:

Berita Surabaya

Perkumpulan Institut Halal: Kekhawatiran MUI soal ‘Konflik Fatwa’ terkait Lebel Halal Berlebihan

Jaminan produk halal (JPH) dalam RUU Ciptakerja adalah semangat baru penuh terobosan karena RUU ini mengatur agar JPH lebih mudah, cepat, dan murah.

surya.co.id/nuraini faiq
Ketua Dewan Pengurus Halal Institut, Andy Soebjakto Molanggato. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Terkait jaminan produk halal (JPH) dalam RUU Ciptakerja memperlihatkan semangat baru dan penuh terobosan. Karena RUU ini mengatur agar JPH lebih mudah, murah, cepat, dan melibatkan dukungan masyarakat luas.

Demikian poin penting pernyataan sikap Dewan Pengurus Perkumpulan Institut Halal dan Baik yang diterima media pada Selasa (7/6/2020).

Lembaga yang didirikan antara lain oleh (alm) KH Sholahudin Wahid atau Gus Sholah itu menegaskan dukungannya terhadap upaya memperkuat, memudahkan, dan mempercepat jaminan produk halal melalui Omnibus Law.

‘’Monopoli MUI dihapus. Dalam RUU Ciptaker, ormas Islam lain bisa memberikan sertifikasi halal. Itu bagus. Kekhawatiran MUI bahwa ini akan menimbulkan ‘konflik fatwa’ kami kira berlebihan dan kurang beralasan,’’ kata Andy Soebjakto Molanggato, Ketua Dewan Pengurus Halal Institut, Selasa (7/7/2020).

Andy mengatakan, proses pengesahan RUU Ciptaker memang akan berliku.

‘’Salah satu sebabnya kira adalah potensi upaya dari pihak-pihak yang kepentingannya dirugikan. Di antara pihak-pihak yang berpotensi merasa ‘’terganggu’’ kepentingannya, kalau dalam konteks sertifikasi halal, ya MUI dan LPPOM MUI,’’ kata Andy lagi.

Terkait kekhawatiran akan terjadi konflik fatwa dan kebingungan umat jika JPH tidak lagi dalam satu pintu sebagaimana disampaikan MUI, Halal Institut menilai hal itu tidak perlu.

Karena substansi, keilmuan dan kapasitas membuat fatwa halal bukan eksklusif milik MUI.

‘’Sejak ratusan tahun lalu ulama-ulama kita di berbagai pesantren atau perguruan tinggi memiliki kapasitas itu. Selain itu, mayoritas ulama dan masyarakat muslim di Indonesia kan mazhabnya Sunni, pengikut Imam Syafi’i. Jadi mereka memiliki pemahaman hampir sama dalam mengkaji kehalalan satu produk,’’ papar Andy lagi.

Pelibatan ormas-ormas Islam mainstream dalam penetapan fatwa halal dinilai Andy justru akan semakin menguatkan dan menggandakan dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan JPH.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved