Breaking News:

Modus Auto Gajian Cari Mangsa Warga Desa Beri Iming-iming Ratusan Juta, OJK Sebut Investasi Bodong

Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) mencium gelagat kurang baik dari aktivitas penawaran investasi ilegal yang dilakukan Auto Gajian.

Kolase tangkapan layar
Modus Auto Gajian yang mencari mangsa warga desa dengan memberi iming-iming investasi belasan juta hasil ratusan juta. OJK menyebut Auto Gajian bentuk investasi bodong. 

Auto Gajian dinilai melakukan usaha investasi uang tanpa mengantongi izin.

"Data yang kami terima dari SWI, pusatnya di Boyolangu Tulungagug," ujar Yudi Tri Wibowo, Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, Senin (6/7/2020).

"SWI sudah meminta menghentikan penghimpunan dana dan penawaran investasi, sampai mendapat izin dari otoritas terkait," sambung Yudi.

Yudi memastikan, Auto Gajian tidak punya legalitas.

Karena itu jika terjadi masalah, maka OJK tidak berhak melakukan mediasi dan klarifikasi para pihak terkait.

Masyarakat yang merasa dirugikan diminta untuk langsung melapor ke penegak hukum.

"Karena ilegal, maka tidak di bawah pengawasan kami.

Kalau ada yang merasa dirugikan, silakukan langsung lapor ke penegak hukum," tegas Yudi.

Sejauh ini OJK Kediri yang juga membawahi wilayah Tulungagung, belum menerima aduan.

Menurut Yudi, pengaduan itu mungkin saja langsung masuk ke SWI.

Hanya Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tulungagung yang mengirim surat secara resmi, minta penjelasan mengenai Auto Gajian.

"Kami juga sudah jawab secara tertulis, kami terangkan bahwa Auto Gajian tidak punya legalitas," ucap Yudi.

OJK juga menembuskan surat penjelasan itu ke Polres Tulungagung.

Penulis: David Yohanes
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved