Modus Auto Gajian Cari Mangsa Warga Desa Beri Iming-iming Ratusan Juta, OJK Sebut Investasi Bodong

Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) mencium gelagat kurang baik dari aktivitas penawaran investasi ilegal yang dilakukan Auto Gajian.

Kolase tangkapan layar
Modus Auto Gajian yang mencari mangsa warga desa dengan memberi iming-iming investasi belasan juta hasil ratusan juta. OJK menyebut Auto Gajian bentuk investasi bodong. 

SURYA.CO.ID | TULUNGAGUNG - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) mencium gelagat kurang baik dari aktivitas penawaran investasi ilegal yang dilakukan Auto Gajian.

Lembaga investasi bodong Auto Gajian ternyata berkantor di Kecamatan Boyolangu Tulungagung

Kenyataan di lapangan, Auto Gajian masih masif mencari nasabah di wilayah Tulungagung.

Banyak warga di wilayah pedesaan yang mendapat tawaran investasi ini.

Mereka diberi iming-iming pendapatan menggiurkan.

Misalnya dengan investasi Rp 15 juta bisa mendapat Rp 150 juta.

Kenyataannya, Auto Gajian tanpa legalitas hukum dan juga menjalankan skema piramida mirip multi level marketing (MLM).

Jika anggota yang sudah mendaftar ingin mendapatkan penghasilan, mereka juga harus mencari anggota lain.

Pada April 2020, Satgas Waspada Investasi (SWI) menghentikan 18 kegiatan usaha investasi.

Di antaranya adalah menghentikan Auto Gajian.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved