Breaking News:

Berita Surabaya

Kronologi Dokter Putri Wulan Sakit hingga Meninggal karena Covid-19 dan Kondisi 5 Rekan yang Dirawat

Kronologi meninggalnya Dokter Putri Wulan Sukmawati, residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Musahadah
istimewa
Dokter PPDS Unair, dr Putri Wulan Sukmawati meninggal dunia akibat terpapar covid-19, Minggu (5/7/2020). 

"Kami bersedih kami merasa sangat kehilangan, tepatnya mulai tadi malam kami harus merelakan beliau berangkat," tutur Pesta.

Ucapan duka mengalir dari banyak pihak, satu di antaranya dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Melalui unggahan akun Instagramnya, @khofifah.ip, Senin (6/7/2020), Khofifah memberikan ucapan duka yang sangat mendalam untuk kepergian dokter Putri Wulan.

Khofifah mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengucapkan terima kasih atas dedikasinya di dunia kesehatan.

Dirinya mendoakan supaya Dokter Intan diberikan tempat terbaik di akhirat dan diampuni segala kekhilafannya.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un."

"Kembali berpulang salah satu tenaga medis Jawa Timur, dr Putri Wulan Sukmawati setelah menjalani perawatan selama 20 hari akibat Covid-19."

"Atas nama pribadi dan Pemprov Jawa Timur, saya menyampaikan duka cita mendalam dan ucapan terimakasih sebesar-besarnya atas dedikasi dan pengabdian untuk Jawa Timur."

"Doa terbaik, Semoga almarhumah husnul khotimah dan diampuni segala salah dan khilaf.

Semoga Allah juga memberikan ketabahan dan keikhlasan bagi keluarga besar yang ditinggalkan. Aamiin," tulis keterangan @khofifah.ip.

Wakil Gubernur Jawa TImur Emil Elestianto Dardak menyampaikan rasa duka atas berpulangnya Putri.

Menurut Emil, meninggalnya Dokter Putri membuktikan bahwa sekali pun tak terlibat langsung menangani Covid-19, seluruh tenaga kesehatan memiliki potensi tertular virus Corona.

"Hal ini menunjukkan kalau Covid-19 memang ada di sekitar kita," kata Emil ketika dikonfirmasi di Surabaya, Senin (6/7/2020).

Baik tenaga medis yang menangani atau yang tidak terlibat sama-sama berisiko.

"Hal ini penting untuk terus meningkatkan kewaspadaan," katanya.

5. 5 Dokter PPDS Dirawat 

Saat ini ada 5 dokter PPDS yang dirawat karena terpapar covid-19.

Satu di antaranya dirawat di RSUD dr Seotomo, sementara 4 lainnya diketahui sedang menjalani perawatan di RS Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya.

 “Sekarang kami merawat satu orang PPDS dan di RSUA ada empat orang PPDS. Kan muternya PPDS di dua rumah sakit ini memang. Sekarang mereka yang sedang menjalani perawatan karena terpapar covid-19, dalam kondisi baik,” tegas Joni.

Dikatakan Joni, bahwa ada banyak faktor tenaga kesehatan bisa tertular covid-19. Pertama adalah semakin banyaknya jumlah kasus, maka probabilitas penularan akan semakin bertambah.

Sebab pasien covid-19 tidak seperti pasien biasa. Pasien dengan covid-19 membutuhkan proses diagnosa khusus, membutuhkan penapisan, membutuhkan pemeriksaan laboratorium, dan juga banyak lagi penindakan yang membutuhkan kontak langsung dengan nakes. Sehingga risiko penularan memang tinggi.

“Oleh sebab itu penegakan protokol harus benar-benar dilakukan. Protokolnya ada, setiap RS sudah bikin protokol. Kedisiplinan kita semua menjadi kunci baik saat memakai APD, saat melayani dan bahkan saat melepas. Kalau kita melepas APD seenaknya bisa tertular dan menularkan ke orang lain,” tegas Joni.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved