Breaking News:

Komunitas

Komunitas Trader Wisefx Gresik, Mendapat Berkah di Tengah Pandemi Covid-19

Komunitas trader valuta asing (Valas) Wisefx Gresik - Lamongan mendapat berkah di tengah pandemi coronavirus disease (Covid-19), Selasa (7/7/2020).

foto: komunitas trader untuk surya.co.id
TRADER - Komunitas trader Gresik - Lamongan saat pembagian profit, Selasa (7/7/2020). 

SURYA.co.id | GRESIK - Komunitas trader valuta asing (Valas) Wisefx Gresik - Lamongan mendapat berkah di tengah pandemi coronavirus disease (Covid-19), Selasa (7/7/2020).

Mereka mendapat passive income dari trader online untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Seperti diungkapkan Eddy Sulistiono, trader asal Kecamatan Dukun, mengatakan, selama pendemi covid-19 telah beberapa kali mendapat pendapatan pasif Rp 9 Juta, dari deposit akun gabungan (crowdfunding) dengan sistem Wisefx Rp 64 Juta.

"Pendapatan pasif sebesar ini setelah saya mendapat mentor yang berpengalaman dibidang valas, sehingga deposit di akun meta trader 4 saya tidak sampai margin call atau habis. Tapi selalu profit," kata Eddy, yang sehari-hari masih bekerja di pabrik pengolahan kayu.

Menurut Eddy, deposit di akun trading sebesar Rp 25 Juta digunakan untuk ketahanan modal dalam menghadapi fluktuasi pasar valas.

Dengan mentor yang berpengalaman akhirnya bisa terus profit berkelanjutan.

Hal yang sama juga diungkapkan Usman (42), warga Desa Tlogobendung, Kecamatan Gresik, mengatakan, selama ini masyarakat telah melihat bahwa valas adalah kerja yang kurang baik.

Namun, setelah mendalami selama hampir satu tahun, akhirnya bisa menghasilkan keuntungan yang bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari.

"Hasil dari valas bisa saya gunakan untuk membayar angsuran telepon seluler dan kebutuhan hidup sehari-hari," kata Usman, yang sehari-hari bekerja sebagai ojek online (ojol).

Begitu juga disampaikan M. Ridwan, perwakilan kelompok guru Madrasah Aliyah (MA) di Lamongan, mengatakan, bersyukur menemukan mentor trader yang profesional. Dari modal gabungan (crowdfunding) para guru-guru sebesar Rp 150 Juta. Sekarang ini sudah profit dua kali lipat.

"Sistem trader ini sangat baik sehingga setiap bulan dapat profit. Sehingga menjadi pendapatan pasif yang nyata" kata Ridwan.

Sementara, Rachmad Rofik (Gus Fik), pendiri Komunitas trader Valas Wisefx Gresik - Lamongan, mengatakan, tujuan utama komunitas ini untuk membantu mendidik pola pikir masyarakat terhadap trader secara profesional.

Harapannya, supaya di masyarakat, trader tidak dianggap sebagai pekerjaan berjudi dan mengurangi stigma bahwa menekuni bisnis ini akan selalu berujung kepada kebangkrutan.

Padahal, jika dilakukan dengan bimbingan yang benar, kesuksesan dari bisnis ini jauh melebihi bisnis konvensional. Bahkan bisa bertahan di tengah hantaman pandemi covid-19 di seluruh dunia.

"Contohnya, salah satu masalah utama dalam ketenagakerjaan adalah kurangnya skill dan ketrampilan dalam dunia digital. Dan ijazah sebagai standar kemampuan calon pekerja. Sementara, menjadi trader forex profitable tidak memerlukan ijazah. Yang diperlukan hanya kesabaran dan ketahanan modal," kata Gus Fik, yang merupakan seorang tech-savvy dan founder GoGresik.

Lebih lanjut Gus Fik, mengatakan, pentingnya mentor dalam trading valas ini akan mengajarkan agar tidak margin call atau modal habis.

"Agar tidak mudah margin call dan mengalami kerugian prematur dalam terjun di dunia valas, sehingga mentor harus betul-betul berpengalaman dan profesional dengan jam terbang yang tinggi." katanya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved