Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Pimpin Anev Penanganan Covid-19 Gresik dan Sidoarjo di Mapolda Jatim

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memimpin kegiatan analisa dan evaluasi percepatan penanganan Covid-19 untuk wilayah Gresik dan Sidoarjo

Humas Pemprov Jatim
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat di Mapolda Jatim, Senin (6/7/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memimpin kegiatan analisa dan evaluasi (anev) percepatan penanganan Covid-19 untuk wilayah Gresik dan Sidoarjo.

Anev digelar di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Senin (6/5/2020) kemarin malam, bersama Kapolda Jatim, Irjen Pol M Fadil Imran dan Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah.

Anev tersebut dihadiri Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto bersama Kapolres dan Dandim Gresik.

Hadir pula Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin beserta Kapolresta dan Dandim Sidoarjo.
Dari dua wilayah tersebut, seluruh jajaran Kapolsek serta Danramil juga turut serta dalam anev yang berlangsung selama 2,5 jam tersebut.

Wilayah Gresik dan Sidoarjo menjadi salah satu perhatian serius Pemprov Jatim karena masuk tiga besar dengan jumlah kasus penambahan pasien positif Covid-19 terbanyak setelah Kota Surabaya.

Hingga, Selasa (7/7/2020), tercatat kasus di Surabaya masih tertinggi sebanyak 6.517 kasus dengan tambahan kasus baru tercatat 59 orang.

Sidoarjo menjadi terbanyak kedua dengan jumlah kasus 2.023 kasus dengan penambahan kasus baru tercatat 45 orang. Sedangkan Gresik terbanyak ketiga sebanyak 923 kasus dengan penambahan 29 kasus baru.

Khofifah menjelaskan, Presiden Joko Widodo sudah memberikan target untuk menekan jumlah penyebaran Covid-19 di Jawa Timur, khususnya Surabaya Raya.

"Beliau (Presiden Joko Widodo) menekankan faktor kesehatan dan faktor ekonomi ini harus berseiring. Kapan digas dan kapan direm. Ini membutuhkan equilibrium dynamic, ada dinamika yang harus dicarikan titik-titik keseimbangan," jelasnya.

Khofifah menegaskan, dalam proses equilibrium dynamic itu harus ada data yang diperbarui secara realtime dan anytime.

"Update ini tidak bisa kita nunggu berapa hari apalagi nunggu berapa minggu. Maka, one gate system (sistem satu pintu) itu realtime, bagaimana evakuasi dan layanan kuratif (penanganan medis) bisa didistribusikan, terutama untuk Surabaya Raya," ujarnya.

Khofifah juga meminta semua pihak bisa saling bergerak dan membantu, terutama terkait upaya pencatatan data kuratif dan tracing.

"Semua bergerak, semua mereport (buat laporan), quick report (laporan cepat) itu pentingnya untuk bisa dilakukan quick response (respon cepat)," tegasnya. (hms)

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved