Breaking News:

Berita Lamongan

Untuk Bantu Dua Anak Yatim dan Janda Kurang Mampu, Polisi di Lamongan Nyambi Jualan Telur

Jika sebelumnya seringkali bersedekah dengan cara yang umum dilakukan masyarakat, kini Aipda Purnomo berjualan telur dan semua hasilnya disedekahkan.

SURYA.CO.ID/Hanif Manshuri
Aipda Purnomo dan mobil pribadinya yang digunakan sebagai lapak untuk menggelar dagangan telur ayam kampung, Senin (6/7/2020). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Model dan cara beramal anggota Polres Lamongan Jawa Timur, Aipda Purnomo memang tidak pernah surut.

Jika sebelumnya seringkali bersedekah dengan cara yang umum dilakukan masyarakat, kini Purnomo berjualan telur dan semua hasilnya disedekahkan.

Alokasi sedekah dari hasil jualan telur kali ini untuk membeli sepeda gunung dan akan diberikan untuk dua anak yatim, Herman (12) kelas VI SD dan adiknya Rita (9) kelas IV SD, anak Sriatun warga Dusun Beru RT 4 RW 8, Desa Gembong, Kecamatan Babat, Lamongan.

"Kami juga akan buatkan tempat Mandi Cuci Kakus (MCK)," kata Aipda Purnomo, Senin (6/7/2020).

Purnomo menggelar dagangan ayam telur di pinggir jalan, depan Pos Polisi Pasar Babat dengan memanfaatkan mobil pribadinya.

"Alhamdulillah 300 kilo telur ayam kampung habis terjual pada polisi jualan telur, " katanya.

Siapapun yang membeli telur ayam kampung dagangan Purnomo, seharga Rp 1.700 secara otomatis langsung ikut bersedekah sebesar Rp 200.

Diakui, ia membeli telur ayam kampung dari Sidoarjo harga Rp 1.500 per butir. Kemudian dijual Rp 1.700 per butir. Keuntungannya semua dialokasikan untuk sedekah, tanpa mengambil sepeserpun untuk pribadi.

"Untuk sekali kulakan sebanyak 300 kilo dan berlangsung hingga beberapa kali kulakan. Karena jualannya nanti rencana selama dua pekan," ungkap Purnomo.

Hasil laba selain untuk dua yatim bersaudara. Ia juga memberi modal sebanyak 5 kilo telur ayam kampung untuk keluarga miskin sebagai modal untuk dijual kembali.

Kalau dijual kembali tetap ada untung, sebab di pasaran harga telur ayam kampung berkisar Rp 2.000 per butir.

Sementara itu, Sriatun, ibu dari dua anak yatim tersebut setiap harinya berjualan kue ke Surabaya. Setiap hari ia naik bus dari Babat menuju Surabaya.

Sebenarnya Sriatun mempunyai 4 anak, namun dua anak lainnya dititipkan ke bibinya setiap berangkat berjualan. Saat tiba di rumah pada pukul 21.00 WIB, Sriatun baru menjemput dua anaknya.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved