Breaking News:

Berita Lamongan

RSUD dr Soegiri Lamongan Beri Layanan Rapid Test Gratis Camaba dari Keluarga Kurang Mampu untuk UTBK

Ratusan calon mahasiswa di Lamongan yang akan mengikuti UTBK di Surabaya mendapat layanan rapid test gratis dari RSUD dr Soegiri Lamongan, syaratnya

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Hanif Manshuri
Rapid test gratis yang diperuntukkan bagi calon mahasiswa dari keluarga tidak mampu di RSUD dr Soegiri Lamongan, Senin (6/7/2020). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Sebanyak 231 calon mahasiswa baru (Camaba) di Lamongan yang akan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) menyambut gembira layanan rapid test gratis yang diselenggarakan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soegiri Lamongan.

Persyaratan rapid test diwajibkan bayar untuk para calon mahasiswa yang hendak masuk melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Surabaya.

"Hari pertama ini ada 231 orang yang rapid test," kata Wakil Direktur Pelayanan dan Penunjang RSUD dr Soegiri, dr Tulus Pujianto, Senin (6/7/2020).

Rapid test gratis diberikan, untuk membantu calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang akan mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri di Surabaya.

Rapid test gratis digelar selama 3 hari , mulai hari Senin (6/7/2020) ini, hingga Rabu (8/7/2020). Pelaksanaan mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Ada persyaratan yang harus dipenuhi para calon mahasiswa untuk bisa rapid test gratis, di antaranya Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), foto copy kartu peserta UTBK dan foto copy KTP Lamongan.

"Kalau warga luar Lamongan tidak bisa dilayani," kata Tulus.

Jika seluruh persyaratan sudah lengkap, peserta tinggal mendaftar ke loket pendaftaran RSUD dr Soegiri Lamongan untuk dapat mengikuti rapid test gratis.

Petugas tidak membatasi jumlah rapid test, berapapun akan dilayani oleh RSUD dr Soegiri, asalkan masih sesuai jam kerja, selama tiga hari berlangsung dengan jam kerja sesuai yang sudah ditetapkan.

Tidak ada pembatasan, berapapun jumlah pemohon akan dilayani sampai hari terakhir. Kalau jam sudah tutup akan dilanjutkan keesokan harinya.

Kesempatan ini tidak hanya calon mahasiswa yang akan mengikuti UTBK, para santri juga mendapat kesempatan yang sama.

"Para santri yang mau balik ke pesantren bisa mendapat rapid test. Ketentuannya asal ada SKTM dari desa setempat," tambah Tulus.

Sementara bagi calon mahasiswa dari keluarga mampu atau non SKTM yang melakukan rapid test di RSUD dr Soegiri Lamongan, dikenakan biaya sebesar Rp 180 ribu.

"Biaya itu cukup murah," pungkas dr Tulus.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved