Berita Surabaya
Anggota DPRD Surabaya: "Panitia UTBK Jangan Menolak Peserta yang Reaktif Berdasarkan Rapid Test
Anggota DPRD Surabaya meminta agar panitia UTBK SBMPTN di Surabaya tidak serta merta menolak para peserta yang dinyatakan reaktif setelah rapid test.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Anggota DPRD Surabaya, Luthfiyah mendesak agar panitia UTBK SBMPTN tidak menolak peserta yang dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid test. Bahkan, peserta yang terindikasi positif covid-19, kata dia juga harus tetap diperkenankan mengikuti ujian.
Sebagai solusi untuk keamanan bersama, harus disediakan tempat khusus bagi mereka.
"Bukan dipulangkan. Meski peserta hasilnya reaktif dan indikasi positif covid-19 sekalipun, hak peserta untuk menyongsong masa depan. Panitia dan pemkot harus kerja sama sediakan tempat khusus," kata Luthfiyah, Senin (6/7/2020).
Menurut politisi Gerindra itu, panitia bisa menyediakan fasilitas khusus dan ruang isolas agar peserta relatif bisa tetap ikut tes.
Luthfiyah mendesak agar tidak adalagi peserta dipulangkan hanya karena reaktif. Bahkan jika memungkinkan dan siap, peserta yang hasilnya positif pada swab juga wajib dilayani.
masih kata dia, aturan wajib tes corona yang mendadak dan tanpa koordinasi dengan kampus tersebut jelas bikin kelabakan. Aturan ini juga harus dibarengi dengan penyedian tempat khusus untuk peserta yang hasil Rapid test reaktif.
"Adik-adik kita itu sudah bersemangat ikut UTBK. Mereka harus diapresiasi agar tidak kecewa dan putus asa untuk mencapai impiannya masuk PTN," kata Luthfiyah.
Sejak di bangku SD mereka sudah punya cita-cita. Kemudian belajar sungguh-sungguh di SMP dan SMA. Mereka juga sudah mempersiapkan diri untuk bersaing masuk PTN.
"Ada baiknya kebijakan apa pun harus jauh-jauh hari dan melalui sosialisasi yang cukup. Juga Penkot Surabaya harus koordinasi dengan rektor atau semua PTN Surabaya," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pelaksanaan-utbk-unair.jpg)