Breaking News:

Citizen Reporter

Paralegal Diajak Berdayakan Penggunaan Medsos Untuk Kampanyekan Perlindungan Anak

Di tengah pandemi covid-19, paralegal pelindung anak diajak memaksimalkan penggunaan medsos untuk mengampanyekan perlindungan anak.

ist/SCCC
Para peserta pelatihan paralegal yang digelar SCCC beberapa waktu lalu di Trawas, Mojokerto. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO -  Di tengah situasi pandemi seperti sekarang ini,  Surabaya Children Crisis Centre (SCCC) membulatkan tekad dan semangat untuk kembali menyuarakan hak-hak anak dengan mengadakan Pelatihan Paralegal selama 3 hari di Trawas, Mojokerto, pada tanggal 26-28 Juni 2020.

SCCC adalah sebuah lembaga non-komersil yang fokus terhadap kebutuhan masyarakat, terlebih anak yang berhadapan dengan hukum, untuk mendapatkan hak-haknya. Para aktivis yang terlibat di dalamnya juga telah berpengalaman di bidang hukum, psikologi dan penanganan anak.

Dilansir dari website SCCC.or.id, langkah-langkah penegakan hukum tersebut diambil sampai diperoleh jaminan bahwa anak-anak dilindungi terhadap semua bentuk diskriminasi atau hukuman yang didasarkan pada status anak atau keluarganya. Semua tindakan yang menyangkut anak harus memperhatikan kepentingan terbaik untuk anak (best interest for children).

Sejak berdirinya SCCC pada tahun 2001, sudah ratusan anak telah diselamatkan oleh lembaga ini dan dikembalikan pada tempat yang seharusnya.

Banyak di antara mereka kembali bersekolah dan mengejar cita-cita, di antaranya ada yang menjadi guru, polisi, dan bahkan meneruskan tongkat kebaikan menjadi child right defender.

Anak adalah kertas putih yang tergantung orang tua di sekeliling mereka yang ingin menggambarkan tentang apa. Jika anak menerima perlakuan kasar sejak kecil, maka bukan tidak mungkin anak akan melakukan hal yang selama ini dia lihat, dia mengerti, dan dia pahami dan berperilaku kasar.

Sebaliknya, jika anak dididik dengan lingkungan yang baik, yang menyayanginya, dan mendapatkan pendidikan dengan baik, besar kemungkinan anak akan menjadi baik, bahkan berpeluang menjadi seorang pemimpin yang baik. Anak-anak adalah tanggungjawab kita semua sebagai orang dewasa.

Menurut Kahlil Gibran, anak ibarat mata panah yang siap meluncur dan kita sebagai orang tua yang harus mengarahkan mata panah tersebut harus meluncur kemana. Masa depan bangsa ini berada pada pundak kecil anak-anak kita.

Pelatihan paralegal untuk masyarakat, mahasiswa, dan beberapa mitra lembaga yang memiliki tujuan untuk mewujudkan perlindungan anak, diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat terhadap hak-hak anak.

“Harap dimaklumi jika selama pelatihan ini panitia menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Ini semua adalah upaya dan kerja keras panitia menyelenggarakan pelatihan paralegal di masa sulit seperti ini. Di masa seperti ini juga, untuk bisa sukses kita harus bersama-sama terus maju, berkolaborasi untuk survive,” ujar Hishom Prasetyo Akbar,  Direktur SCCC.

Salah satu materi dalam pelatihan tersebut mengajak para peserta untuk melakukan advokasi hak-hak anak  melalui media sosial seperti facebook, instagram, website/blog, bahkan podcast dan tik tok sekalipun.

Di era digitalisasi seperti sekarang ini menyebarkan pengetahuan yang baik akan lebih mudah jika didukung oleh teknologi dan kreativitas.

Penulis : Nadia Putri Pascawati, SH, Mkn

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved