Berita BUMN

Meski Tengah Pandemi, Barata Indonesia Ekspor Komponen Pembangkit Listrik ke Jerman

Meski pandemi, PT Barata Indonesia tetap agresif melakukan ekspor komponen ke beberapa negara tujuan.

foto:barata indonesia
Komponen pembangkit listrik produksi PT Barata Indonesia siap ekspor ke Jerman. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Meski pandemi, PT Barata Indonesia tetap agresif melakukan ekspor komponen ke beberapa negara tujuan.

Di bulan Juli 2020, BUMN yang berkantor pusat di Gresik ini, melakukan ekspor komponen pembangkit listrik ke Jerman.

Produk yang diekspor berupa komponen pembangkit listrik yakni LP Outer Casing and Condenser untuk Steam Turbine pada Herne 6 (1 x 600) MW Combined-Cycle Power Plant (CCPP), yang diproduksi Divisi Pembangkit Barata dari Pabrik Komponen Turbin di Cilegon.

Direktur Utama Barata Indonesia, Fajar Harry Sampurno, mengatakan selain ke Jerman pada bulan Juli ini, pada masa pandemi di bulan Juni dan April lalu, pihaknya juga melakukan ekspor komponen pembangkit listrik ke Bahrain dan Armenia.

"Ekspor yang kami lakukan dalam tiga bulan terakhir ditengah pandemi Virus Covid -19 menjadi angin positif bagi industri manufaktur Indonesia," kata Fajar, Minggu (5/7/2020).

Sebab di tengah ketidakpastian ekonomi dunia yang menyebabkan permintaan produk-produk manufaktur dalam negeri menurun, produk – produk Barata Indonesia masih mendapat kepercayaan untuk berpartisipasi dalam proyek pembangkitan di berbagai negeri.

“Di tengah kondisi yang serba tidak pasti ini, kami masih bisa memainkan peran kami dengan baik di industri manufaktur, dengan rutin melakukan ekspor untuk komponen pembangkit listrik maupun komponen kereta api,” lanjut Fajar.

Lebih lanjut, Fajar menjelaskan selama tiga bulan ini, total ekspor komponen pembangkit listrik yang dibukukan oleh Pabrik Komponen Turbin Barata Indonesia, mencapai angka sekitar Rp133 miliar.

Pihaknya berharap angka tersebut terus meningkat hingga akhir tahun, dengan terus dilakukannya ekspor dari Divisi lain yakni Divisi Foundry ( Pengecoran) lewat produk dari komponen kereta api.

"Kami akan berusaha untuk terus berperan aktif untuk industri manufaktur tanah air juga perekonomian nasional,” tambah Fajar.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved