Berita Malang Raya

Kabupaten Malang Punya Alat Deteksi Gempa Terbanyak di Jawa Timur. Salah Satunya di Kantor Bupati

Kabupaten Malang memiliki alat deteksi gempa terbanyak di Jatim. Salah satunya ada di tempat Bupati.

surabaya.tribunnews.com/erwin wicaksono
Bupati Malang, Sanusi (kedua dari kanan) saat melihat alat deteksi gempa yang ditempatkan di kantornya. 

SURYA.co.id | MALANG - Kabupaten Malang ternyata memiliki jumlah Warning Receiver System (WRS) atau alat deteksi gempa dan tsunami terbanyak di Jawa Timur.

Di wilayah yang memiliki 33 kecamatan itu ada empat WRS yang tersebar di beberapa wilayah, termasuk di Kepanjen yang merupakan pusat pemerintahan kabupaten Malang. 

"Semua rawan tapi Malang ini juga rawan sehingga banyak penempatan di sini (WRS)," kata Kepala BMKB Karangkates, Musripan ketika dikonfirmasi, Minggu (5/7/2020).

Pertimbangan Kabupaten Malang memiliki alat deteksi gempat terbanyak karena dinilai rawan terjadi gempa bumi.

BMKG Karangkates juga bertempat di Kabupaten Malang, sehingga turut berkontribusi menghadirkan alat deteksi gempa bumi.

"Karena saya (berkantor) di sini. Jadi pertimbangannya ya karena saya di sini jadi usul lebih banyak di sini. Kalau yang lain ini masih saya usulkan juga tapi masih proses karena ada Covid-19 ini kan anggaran juga berdampak," beber Musripan.

Selain Kabupaten Malang, wilayah lain seperti Banyuwangi, Jember, Lumajang, Blitar, hingga Pacitan juga rawan gempa bumi.

"Sedangkan wilayah lain hanya punya satu atau dua (WRS)," ungkap Musripan.

Musripan menerangkan, Kabupaten Malang punya alat WRS seri terbaru yang lebih mutakhir daripada seri sebelumnya.

"WRS yang berada di kantor Bupati Malang, adalah alat generasi baru. Kemampuannya mampu mendeteksi dan mengirim sinyal ke WRS secara real-time atau cepat," kata Musripan. 

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved