Inspirasi Usaha

Dari Lokasi Terpencil, Pemuda Tulungagung Ini Garap Helm Balap dari Berbagai Negara

Jasa custom helm replika yang ditawarkan Luthfi Hakim di Tulungagung mulai dari cat ulang, mendesain gambar ulang, hingga menambahkan spoiler.

Penulis: David Yohanes | Editor: irwan sy
david yohanes/suryamalang.com
Pemuda Tulungagung, Luthfi Hakim, memamerkan dua helm pesanan asal luar negeri yang baru selesai dibuat. 

“Sekarang dia menjadi salah satu pelanggan saya. Sudah enam kali dia kirim helm ke saya, salah satunya masih ada di sini,” ungkap Luthfi.

Pemuda Tulungagung, Luthfi Hakim, membuat pesanan helm replika.
Pemuda Tulungagung, Luthfi Hakim, membuat pesanan helm replika. (david yohanes/suryamalang.com)

Pesanan dari berbagai negara pun mulai berdatangan.

Luthfi mulai merekrut teman-temannya untuk membantunya pad atahun 2018.

Saat ini ada tiga orang yang dipekerjakannya.

Mereka bertugas membuat cat dasar, mengamplas dan membuat spoiler untuk tambahan.

Sementara Luthfi memegang bagian desain, mengerjakan bagian detail dan sentuhan akhir.

Untuk satu helm butuh waktu 10-14 hari pengerjaan.

“Tapi kadang desainnya kan sama, jadi bisa dikerjalan bersama-sama. Rata-rata satu bulan sekurangnya mengerjakan 5 helm,” sambung Luthfi.

Desain yang paling banyak dikerakan adalah helm replika MotoGP, terutama helm pembalap terkenal, seperti Valentino Rossi, Marc Marquez, Jorge Lorenzo dan Johann Zarco.

Biasanya pesanan akan meningkat tajam saat musim MotoGP dimulai.

Sebab biasanya para pembalap akan memakai desain helm yang berbeda di setiap sirkuit.

Banyak penghobi otomotif kemudian memesan helm replika para pembalap itu.

Ada yang meminta Luthfi membelikan helm dan membuatnya menjadi helm sang pembalap idola.

Ada pula yang mengirimkan helm dari negeri asalnya. Luthfi tinggal mencari desain di internet dan mengaplikasikan di atas helm itu.

Semua biaya kirim dan bea cukai sepenuhnya ditanggung pemesan.

“Prosesnya tidak selalu parakai spray gun dan pen brush, kadang juga dikuas manual atau water transfer painting. Yang paling susah pengerjaan water transfer painting,” tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved