Breaking News:

Berita Mojokerto

Uji Coba Pembukaan 7 Tempat Wisata di Mojokerto Siap Sambut New Normal

Disparpora Kabupaten Mojokerto mulai melakukan uji coba pembukaan sejumlah tempat wisata menjelang masa transisi menuju tatanan New Normal

SURYA.CO.ID/Mohammad Romadoni
Kepala Disparpora Pemkab Mojokerto, Amat Susilo saat ditemui di sela uji coba pembukaan tempat wisata di Waterpark Ubalan, Pacet Mojokerto, Sabtu (4/7/2020). 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto mulai melakukan uji coba pembukaan sejumlah tempat wisata menjelang masa transisi menuju tatanan New Normal.

Kepala Disparpora Pemkab Mojokerto, Amat Susilo menjelaskan pembukaan tempat wisata itu sesuai Surat Edaran Bupati Nomor 650/1503/416-116/2020 tentang pedoman penyelenggaraan usaha pariwisata dalam mewujudkan tatanan New Normal baru produktif dan aman Covid-19 di Kabupaten Mojokerto.

Selain itu, berdasarkan Surat Edaran dari Gubernur Jawa Timur 19 Juni 2020 juga merujuk bahwa tatanan normal baru mulai diberlakukan.

"Kami masih melakukan uji coba sembari menunggu perkembangan, jadi hanya beberapa tempat wisata yang dikelola pemerintah kembali saja dibuka dengan syarat sudah siap dan memenuhi kriteria protokol kesehatan," jelasnya di Waterpark Ubalan, Pacet Mojokerto, Sabtu (4/7/2020).

Amat mengatakan, dari 12 objek wisata yang dikelola pemerintah, hanya tujuh tempat yang sekarang sudah kembali beroperasi.

Adapun tujuh tempat wisata dalam masa percobaan dan hari ini sudah dibuka yaitu:

1. Wana Wisata Padusan Pacet
2. Kolam atau pemandian air panas.
3. Jolotundo
4. Makam Religius Troloyo
5. Eko Wisata Desa Tanjungan
6. Ubalan
7. Coban Canggu

"Pembukaan tempat wisata ini guna menyambut New Normal yang konsepnya menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Jika ada kekurangan maka perlu disempurnakan dan masa uji coba sekitar satu pekan," ungkap Amat.

Menurutnya, masa uji coba ini bertujuan untuk mengakomodir sekaligus melengkapi kebutuhan dari pengelola pariwisata dan pengunjung agar sepenuhnya memenuhi standart penerapan protokol kesehatan.

Tentunya, pengelola pariwisata wajib menyediakan bilik dsinfektan, fasilitas cuci tangan, Thermo Gun (Thermometer Digital Infrared Non- Contact Gun) dan menyediakan hand sanitizer di kawasan tempat pariwisata yang mudah dijangkau pengunjung.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved