Berita Mojokerto

Tempat Wisata Alam di Mojokerto Berpotensi Jadi Tren Saat New Normal

Dari pengamatan di lapangan, wisatawan lokal maupun yang berasal dari berbagai kota di Jawa Timur ramai memadati tempat wisata alam di Pacet Mojok

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Mohammad Romadoni
Suasana di Wana Wisata Padusan, Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (4/7/2020). 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Tempat wisata alam di lereng bukit Gunung Welirang kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto, mulai kembali dibuka setelah lebih dari tiga bulan ditutup selama wabah virus Corona (Covid-19).

Kini kebijakan pemerintah daerah telah membuka beberapa tempat wisata mulai hari Sabtu (4/7/2020) ini, sesuai sesuai Surat Edaran Bupati Nomor 650/1503/416-116/2020 tentang pedoman penyelenggaraan usaha pariwisata dalam mewujudkan tatanan New Normal baru produktif dan aman Covid-19 di Kabupaten Mojokerto.

Dari pengamatan di lapangan, wisatawan lokal maupun yang berasal dari berbagai kota di Jawa Timur ramai memadati tempat wisata alam di Pacet Mojokerto yang menyuguhkan pesona pemandangan asri dan hawa sejuk di kawasan tersebut.

Mereka cenderung lebih memilih tempat wisata di outdoor atau adventure untuk berlibur sekaligus bersantai bersama keluarganya.

Wisata alam berpotensi menjadi tren saat New Normal, lantaran banyak diburu masyarakat untuk melepaskan penat sejenak setelah sekian lama berdiam diri di rumah saja.

"Jenuh di rumah saja tidak pernah pergi ke mana-mana, baru kali ini ingin ke Pacet saja liburan," ujar salah seorang wisawatan lokal, Arfina (24) di Waterpark Ubalan, Pacet Mojokerto, Sabtu (4/7/2020).

Arfina warga Banjaragung, Kecamatan Puri, Mojokerto, menjelaskan meski banyak wisata di sana ia lebih memilih wisata alam karena menjadi favorit keluarganya. Apalagi, pariwisata alam di Pacet tergolong murah meriah dan lokasinya mudah dijangkau tanpa perlu jauh-jauh pergi ke luar kota.

"Wisata alam itu favorit anak-anak dan orang tua juga karena lebih sejuk dan asyik kalau liburan di tempat adem (Dingin, Red) seperti ini," ungkapnya.

Ardiansyah (26) salah satu wisatawan lainnya mengatakan baru pertama kalinya mengajak keluarganya berlibur di tempat pariwisata alam.

Alasannya, memilih pariwisata alam karena pemandangannya dan tidak menguras kantong.
Apalagi, wisata alam lebih terbuka sehingga cukup aman dibandingkan dengan wisata Indoor atau tertutup di tengah Pandemi Covid-19 seperti ini.

"Sebenarnya masih khawatir terkait Covid-19 tapi di tempat wisata ini sudah menerapkan protokol kesehatan disemprot pakai disinfektan, cuci tangan pakai sabun, cek suhu tubuh, hand sanitizer dan wajib mengenakan masker," jelasnya.

Sementara Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo mengiyakan jika pariwisata alam berpotensi menjadi primadona yang paling banyak dikunjungi wisatawan saat New Normal.

Meski begitu, pihaknya tetap menerapkan kebijakan untuk membatasi kuota pengunjung di tempat pariwisata selama pandemi Covid-19.

"Tetap kami batasi kapasitas pengunjung wisata, yaitu separuh dari total kuota pada tempat pariwisata tersebut," terangnya.

Amat mencontohkan, pembatasan pengunjung minimal 50 persen sampai 60 persen dari kapasitas maksimal seperti wisata Ubalan dan Air Panas Padusan berkapasitas 1000 pengunjung maka dikurangi menjadi 500 orang sampai 600 orang. Wisata Jolotundo kapasitas 700 orang menjadi 400 orang.

Selain itu, lanjut dia, pengunjung dari luar kota tetap diperbolehkan mengunjungi tempat wisata di Kabupaten Mojokerto yang tetap mematuhi protokol kesehatan.

Bagi pengunjung pada saat pemeriksaan suhu tubuh diatas 37 derajat celcius dilarang masuk.

"Pengunjung wisata ini boleh berasal dari mana saja terpenting tetap menerapkan protokol kesehatan selama berada di kawasan pariwisata," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved