Breaking News:

Virus Corona di Tuban

Seniman Tuban Wadul Dewan, Mengeluh Empat Bulan Tak Kerja hingga Jual Barang Berharga

Mereka mengeluh mulai empat bulan tak kerja, hingga harus menjual barang berharga yang dimilikinya.

Penulis: M. Sudarsono | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/m sudarsono
Suasana hearing komunitas seni dengan DPRD Kabupaten Tuban, dan jajaran Forkopimda, Sabtu (4/7/2020) siang. 

SURYA.CO.ID, TUBAN - Para Seniman di Kabupaten Tuban melakukan hearing dengan DPRD, Kapolres, Dandim, Sekda, Komisi IV DPRD, Sabtu (4/7/2020) siang.

Pada kesempatan itu, para seniman yang tergabung dalam gabungan komunitas pekerja seni (GKPS) Kabupaten Tuban, menyampaikan keluhan selama masa pandemi virus corona atau covid-19.

Mereka mengeluh mulai empat bulan tak kerja, hingga harus menjual barang berharga yang dimilikinya.

"Kita mengadu, meminta agar Pemkab mengerti nasib kami yang sudah lama tak kerja, bahkan dari kami ada yang menjual motor karena tidak ada penghasilan. Kami ingin kepastian kapan aktivitas seni beroperasi," kata Kordinator GKPS Tuban, Rafi di ruang paripurna.

Dia meminta kejelasan yang harus ditentukan Pemkab atau gugus tugas, sebagai acuan pakem hukum untuk dimulainya aktivitas di era new normal.

Para seniman akan kompromi dengan aturan yang ditetapkan tersebut, demi menyambung kehidupan yang selama ini terkendala akibat covid-19.

"Kami siap mendukung terkait aturan baru yang disiapkan Pemkab atau gugus tugas, bahkan kami siap untuk kontribusi di dalamnya, jika dibutuhkan sosialisasi juga siap," tegasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Tuban, M Miyadi menyatakan, memahami betul apa yang dirasakan oleh para seniman.

Dia akan meminta pihak Pemkab dan gugus tugas untuk merumuskan penerapan new normal.

"Semoga 24 Juli sudah ada kepastian, ini ada sekda dan dinas yang membidangi agar segera dirumuskan, apakah nanti bentuknya surat edaran atau perbup sebagai payung hukum," terangnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved