Breaking News:

Satu Dusun Berisi 990 Warga di Bali Dikarantina, Gara-gara Satu Warga Posoitif Covid

Keputusan ini diambil setelah kasus transmisi lokal virus corona di wilayah tersebut meningkat.

tribun jatim/aminatus sofya
ilustrasi - rapid test 

SURYA.co.id I JEMBRANA - Sekitar 990 warga di Dusun Munduk, Desa Kaliakah, Jembrana, Bali, diwajibkan melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari mulai Jumat (3/7).

Keputusan ini diambil setelah kasus transmisi lokal virus corona di wilayah tersebut meningkat.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, transmisi lokal di desa itu berasal dari seorang warga yang mudik dari Denpasar.

Dari klaster tersebut, sebanyak enam warga dinyatakan positif Covid-19. "Ini berasal dari klaster seorang warga berdomisili Denpasar sempat pulang kampung ke desa Kaliakah," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7/2020).

Karantina dilakukan berdasarkan kesepakatan perangkat desa, tokoh adat, dan tokoh masyarakat setempat. Pada tahap awal karantina, masyarakat di Banjar Munduk akan menjalani rapid test Covid-19.

Sebanyak 2.000 alat rapid test Covid-19 disiapkan. Masyarakat yang dinyatakan reaktif akan menjalani tes swab dan dipindahkan ke pusat karantina.

Sementara itu, beberapa keluarga dekat dari enam pasien positif Covid-19 di desa itu akan menjalani tes swab. Bupati Jembrana I Putu Artha mengatakan, kebijakan karantina menjadi solusi terbaik menekan penyebaran virus corona baru.

Hal itu mengingat begitu cepatnya virus menyebar. Sehingga tidak hanya melindungi warga satu desa saja, tapi warga lain di Kabupaten Jembrana.

Editor: Suyanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved