Breaking News:

Citizen Reporter

Bayar Nggawa Strategi Literasi di Tengah Pandemi, Perpus Sekolah Layani Buku Siswa Tak Punya HP

SDN Menongo, Kecamatan Sukodadi sejak awal Mei 2020 memiliki inisiatif dengan dobrakan literasi saat lockdown dan puasa dengan strategi Bayar Nggawa.

foto: istimewa
AKtivitas perpustakaan di SDN Menongo, Kecamatan Sukodadi Lamongan yang melayani pinjam buku untuk siswa yang tida punya HP. 

SURYA.co.id | Pandemi Covid-19 te1ah membuat kepanikan, kesedihan, dan keprihatinan masyarakat.

Sekolah dan kantor diliburkan, acara keagamaan dan kegiatan berskala besar dibatasi.

Toko dan mal serta tempat hiburan ditutup.

Sejak 16 Maret 2020 sekolah ditutup diganti pembelajaran daring di rumah. Kondisi itu menjadi masalah bagi masyarakat pedesaan.

Selain sinyal tidak stabil, biaya kuota internet menjadi beban, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Gadget sebagai alat komunikasi pembelajaran pun di sebagian wilayah masih banyak yang belum memiliki apalagi menggunakan akses internet. 

Meski sudah ada tayangan Program Belajar di Rumah TVRI, sebagian channel televisi itu pun sulit dijangkau.

Itu seperti yang dirasakan Whita, salah satu wali murid SDN Menongo, Kecamatan Sukodadi, Lamongan.

“Jangankan beli kuota internet Bu, buat beli beras saja harus kuli batu meski lockdown,” ujar Whita, Jumat (22/5/2020).

Masalahnya bukan hanya itu. Ponsel menjadi benda yang mewah bagi sebagian warga desa.

Halaman
123
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved