Breaking News:

Joget Tik Tok di Jembatan Suramadu

Akhirnya 3 Mama Muda Joget TikTok di Jembatan Suramadu Minta Maaf, Videonya Viral di Twitter

Setelah vdeo joget TikTok di Jembatan Suramadu, Jawa Timur viral di media sosial, 3 mama uda akhirnya minta maaf.

SURYA.co.id/Firman Rachmanudin
Tiga mama muda yang joget TikTok di Jembatan Suramadu membuat pernyataan minta maaf di kantor polisi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah vdeo joget TikTok di Jembatan Suramadu, Jawa Timur viral di media sosial, 3 mama uda akhirnya minta maaf.

Hal itu setelah polisi memanggil tiga mama muda pembuat video TikTok yang ada di Jembatan Suramadu.

Ketiga mama muda itu adalah Hurrimah, Lilik Rupiati dan Siri Suriya.

Ketiganya merupakan warga Tambak Gringsing Surabaya.

Kepada polisi, ketiga mama muda itu awalnya spontan turun ke lajur kiri Jembatan Suramadu karena melihat pemandangan jembatan yang bagus untuk bermain tik tok.

Setelah itu, ketiganya memposting joget tik tok tersebut hingga membuatnya viral.

Hal itu membuat kepolisian mengidentifikasi ketiganya dan memanggilnya untuk diperiksa, Sabtu (4/7/2020).

Ketiganya pun mengakui kesalahannya dan membuat surat pernyataan permohonan maaf dan berjanji tak akan mengulanginya lagi.

"Saya minta maaf untuk masyarakat Indonesia terkait apa yang sudah kami bertiga lakukan. Mohon untuk tidak ditiru karena sangat membahayakan diri sendiri maupun orang lain," kata Hurrimah salah satu emak-emak yang lakukan joget tik tok.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Gamis Setyaningrum mengatakan, meski ada pernyataan dan permohonan maaf dari ketiganya, polisi tetap melakukan tindakan tegas dengan menilang para pembuat video tik tok tersebut.

"Ketiganya kami kenakan tindak tilang sesuai dengan pasal 287 ayat 1 juncto pasal 106 ayat 4 huruf A dengan denda maksimal Rp 500.000," kata Ganis, Sabtu (7/4/2020).

Lebih lanjut, Ganis mengatakan jika akan terus memantau dan melakukan patroli di Jembatan Suramadu pascaviralnya joget tik tok emak-emak tersebut.

"Nantinya kami akan rutin patroli agar tidak ada kejadian semacam ini lagi.

Sebab sangat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,karena laju kendaraan di area tersebut terbilang tinggi ditambah kecepatan angin karena berada diatas selat Madura," tandasnya.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved