Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Wacana Pasien Covid-19 di Jatim Akan Dikirim ke Pulau Galang, Begini Tanggapan dan Rencana Khofifah

Khofifah menyebutkan, sudah sempat membahas terkait wacana pasien covid-19 Surabaya dan Jatim dipindah ke RS darurat Corona di Pulau Galang, Batam.

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, bahwa pihaknya sudah sempat membahas terkait wacana pemerintah pusat yang menawarkan agar pasien covid-19 Surabaya dan Jatim dipindah ke Rumah Sakit (RS) darurat Corona di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, jika kondisi rumah sakit di Jatim dalam kondisi kekurangan.

Khofifah mengatakan bahwa terkait hal ini, sudah ada komunikasi dan diskusi yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dengan Pangkogabwilhan II yang telah ditunjuk Presiden RI Joko Widodo untuk mengomandani RS Lapangan Indrapura Surabaya.

“Ini sudah kami sampaikan juga dalam diskusi bersama 99 rumah sakit rujukan di Jatim. Tapi kami menyampaikan itu dengan membayangkan kondisi kalau pasien itu jauh dari rumah tentu koordinasinya akan lebih sulit. Maka kami sekarang posisinya sedang terus mematangkan one gate system kita,” kata Khofifah, Jumat (3/7/2020) .

Bahkan dalam diskusi dengan Pangkogabwilhan II dan Forkopimda Jatim, disebutkan bahwa jika dibutuhkan dalam transportasi pasien ke rumah sakit tersebut bisa menggunakan pesawat Hercules.

Sebagaimana diketahui, RS darurat di Pulau Galang ini terdiri dari 360 ruang rawat dengan 240 ruangan untuk orang dalam pemantauan (ODP) dan 100 ruangan untuk pasien dalam pemantauan (PDP)

Meski begitu, Khofifah mengatakan bahwa saat ini yang sedang digodok matang adalah lebih pada penataan dan pendistribusian pasien covid-19 di Jawa Timur.

Sebab, saat ini overload pasien hanya terjadi di rumah sakit rumah sakit tertentu. Sehingga untuk optimalisasi perawatan dibutuhkan pemetaan dan pemetaan pasien dan rumah sakit.

One gate system adalah aplikasi yang menjadikan sistem rujukan pasien ada dalam satu pintu dan satu koordinasi.

Aplikasi tersebut kini sudah jadi dan sedang akan disosialisasikan kepada 99 rumah sakit rujukan penanganan covid-19 di Jatim.

Setiap rumah sakit rujukan sudah dibekali handphone android dan akan diberikan tambahan sistem one gate system.

Saat ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim tengah menunggu nama-nama yang menjadi person in charge dari setiap rumah sakit rujukan, agar bisa memberikan data ketersediaan bed, kapasitas bed, ketersediaan ventilator dan juga kekosongan rumah sakit.

Dengan terpantaunya hal tersebut maka RS Lapangan Indrapura sebagai koordinator one gate system ini akan melakukan kontrol pemetaan rumah sakit dan pasien dengan lebih tertata.

“Dalam One Gate System ini adalah aplikasi yang akan melakukan pemetaan. Ketepatan waktu untuk rumah sakit melakukan update itu penting. Aplikasinya sudah selesai. Kami sekarang sedang ingin dapatkan PIC masing-masing rumah sakit rujukan. Maka dia nanti yang akan mengemban tanggung jawab mengupdate data secara realtime,” tegasnya.

Sistem ini, ditegaskan Khofifah, akan mendorong untuk peningkatan kasus covid-19 yang sembuh di Jatim. Juga diharapkan dengan adanya pemetaan rumah sakit dan pasien ini akan mampu menurunkan angka kasus meninggal, karena setiap rumah sakit akan fokus menangani pasien dengan kesesuaian beban pasien dengan ketersediaan alat kesehatan maupun tenaga kesehatannya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved