Breaking News:

Berita Lamongan

Verifikasi Faktual di Lamongan, Banyak Warga Cabut Dukungan Kepada Bacabup dari Jalur Perseorangan

Sejumlah warga mencabut dukungan terhadap bakal calon pasangan bupati dan wakilnya dari jalur perseorangan di Lamongan

SURYA.CO.ID/Hanif Manshuri
Ketua KPU Lamongan, Machrus Ali. 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Verifikasi faktual dukungan terhadap bakal calon pasangan bupati dan wakilnya dari jalur perseorangan di Lamongan baru berjalan lima hari.

Namun, dalam pelaksanaan tahapan verifikasi faktual terhadap berkas dari jalur perseorangan untuk Pilkada Serentak 2020, didapati sejumlah warga mencabut dukungannya.

Mereka mengaku tak tahu atau diminta konfirmasi untuk memberi dukungan atau tidak. Terkesan nama-nama warga yang mencabut itu lantaran tim Bacabup dan Bacawabup main comot.

Menurut Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lamongan, Divisi Pengawasan, Muhammad Nadhim, yang dimaksud dengan pencabutan dukungan adalah seseorang yang sebelumnya masuk ke dalam daftar dukungan yang diserahkan oleh pihak bakal calon perseorangan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pada saat diverifikasi, ternyata orang tersebut menyatakan bahwa dirinya tidak mendukung.

"Yang semula dalam daftar pendukung yang diverifikasi administrasi memenuhi syarat, kemudian waktu verifikasi faktual dia menyatakan tidak mendukung, dengan bersedia mengisi formulir model B5KWK," kata Nadhim, Jumat (3/7/2020).

Kepastian menyatakan tidak mendukung diperkuat dengan pernyataan hitam di atas putih yang dituangkan ke dalam formulir B5KWK. Dengan begitu, data tersebut dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Jadi, yang sebelumnya memenuhi syarat sebelun diverifikasi, akhirnya tidak memenuhi syarat. Karena nama yang bersangkutan mencabutnya.

"Itu sama dengan mencabut dukungan dan statusnya yang semula hasil verifikasi administrasi Memenuhi Syarat (MS) menjadi TMS," katanya.

Sementara itu, Ketua KPU Lamongan, Machrus Ali membenarkan bahwa selama proses verifikasi faktual berkas dukungan bakal calon perseorangan untuk Pilkada Lamongan yang dilaksanakan oleh KPU Lamongan, telah ditemukan sejumlah orang yang mencabut dukungannya.

Jumlah final yang mencabut belum bisa diketahui, karena verifikasi faktual masih akan berlangsung sembilan hari ke depan.

Sejauh mana progresnya, Machrus mengaku belum mengetahui pasti.

Diberitakan sebelumnya, ada indikasi 114 penyelenggara pemilu masuk dalam daftar dukungan bakal calon perseorangan. Di antaranya ada yang dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Nama-nama lain yang terlarang untuk memberikan dukungan pada calon, karena status pekerjaannya di antaranya, TNI (3), Polri (1), ASN (88), Kepala Desa (10) dan perangkat desa (191) nama.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved