Virus Corona di Ponorogo

UPDATE Corona Ponorogo Kamis 2 Juli 2020: Satu Meninggal Riwayat Kerja di Surabaya, Total Positif 47

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, Kamis (2/7/2020) malam, mengatakan pasien ini sehari-hari bekerja di Surabaya.

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Parmin
Foto Humas dan Advokasi FRPB Pamekasan
Foto ilustrasi pemakaman jenazah dengan prosedur covid-19. Seorang pasien covid-19 di Ponorogo meninggal dunia setelah tiga hari menjalani perawatan. 

SURYA.co.id|MADIUN - Seorang warga Ponorogo meninggal dunia setelah dirawat selama tiga hari di RSUD dr. Harjono. Pasien Covid-19 ini berasal dari Joresan, Mlarak.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, Kamis (2/7/2020) malam, mengatakan pasien ini sehari-hari bekerja di Surabaya. Pada 26 Juni 2020, pasien laki-laki berusia 52 tahun ini pulang ke Ponorogo setelah sebelumnya demam empat hari.

"Setibanya di Ponorogo masih demam, kemudian berobat ke dokter praktek swasta dan Puskesmas Mlarak, karena RDT di Puskesmas habis pasien dirujuk ke RSUD," kata Ipong.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di RSUD, ditemukan adanya pneumonia, dan pada saat itu dirawat dengan status PDP.

Pada Kamis (2/7/2020) pagi, meninggal dunia dan pada sore harinya keluar hasil swab dinyatakan positif Covid-19.

"Pemakaman dilakukan dengan protokol jenazah Covid-19. Terima kasih kepada semua pihak yang membantu proses pemakaman, antara lain dari relawan BPBD, Satgas Covid-19, desa, TNI, Polri dan juga petugas puskesmas," kata Ipong.

Ipong menambahkan, dari hasil tracing, pasien positif Covid-19 ini melakukan kontak erat dengan tiga orang.

Rencananya, akan dilakukan swab pada Jumat (3/7/2020).

Hingga Kamis (2/3/2020), data kasus positif Covid-19 di Kabupaten Ponorogo  47 orang, 31 di antaranya sudah sembuh, 13 masih diisolasi, dan tiga lainnya meninggal dunia.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved