Breaking News:

Berita Banyuwangi

Membudayakan Generasi Milenial Banyuwangi, Menjadi Petani Itu Keren!

Di tangan kreatif anak-anak muda hebat di Banyuwangi ini, hasil-hasil pertanian jadi punya nilai ekonomis yang lebih.

Istimewa
Agrowisata Tamansuruh (AWT) yang terletak di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah. Destinasi agrotourism seluas 10 hektare terdapat berbagai sayuran hingga buah-buahan organik. 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Tak semua generasi milenial menjadi youtuber, selegram, atau tiktokers. Di saat lebih dari 60 persen petani di Indonesia berusia 45 tahun ke atas, banyak dari mereka yang memilih terjun di bidang pertanian.

Di tangan kreatif anak-anak muda hebat ini, hasil-hasil pertanian jadi punya nilai ekonomis yang lebih. Mereka telah membuktikan bahwa menjadi petani itu keren.

Seperti sekelompok anak muda yang menamakan diri mereka Hylo Team. Usia mereka masih 23 hingga 26 tahun. Tim yang bermarkas di Karangrejo Banyuwangi itu, membuat gelas dari buah naga ramah lingkungan, Hyloglass.

Hyloglass berfungsi layaknya wadah minum pada umumnya. Memiliki warna merah hati seperti buah naga.

Selain bisa menjadi wadah minum bahkan untuk minuman panas, juga bisa langsung dimakan.

Fidya Gumilang Arianwuri, anggota Hylo Team mengatakan, ide bisnis pertanian ini sangat sederhana.

"Awal dari ide ini waktu kami melihat harga buah naga di Banyuwangi anjlok. Bahkan saat itu buah naga dibuang atau dibagi-bagikan," kata Fidya.

Melihat kondisi itu, anak-anak muda ini membuat sesuatu yang berbeda dari buah naga.

"Kami membuatnya simpel banget, memakai bahan-bahan organik yang ada dan ramah lingkungan," kata Fidya.

Hyloglass dibuat dari buah naga yang dipadatkan dengan agar-agar ekstrak rumput laut, dicetak, dipadatkan dan diberi perwarna dari buah naga.

Halaman
1234
Penulis: Haorrahman
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved