Breaking News:

Advertorial

Cara Mudah Membuat Perencanaan Keuangan Sendiri

Terdapat beberapa langkah mudah yang bisa dilakukan untuk membuat perencanaan keuangan sendiri.

Foto Istimewa
Aktivitas mencatat dan menghitung pengeluaran setiap bulan. Jemmy Paul Wawointana Presiden Direktur Sucor Asset Management mengatakan dalam mengelola keuangan salah satu yang perlu dilakukan adalah merumuskan budget pengeluaran sehingga terlihat jelas pos- pos keuangan mana yang harus ditekan ataupun ditambah. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Terdapat beberapa langkah mudah yang bisa dilakukan untuk membuat perencanaan keuangan sendiri.

Presiden Direktur Sucor Asset Management Jemmy Paul Wawointana memaparkan, pertama tentukan tujuan keuangan agar memiliki fondasi kuat mengapa Anda melakukan perencanaan keuangan.

“Tujuan keuangan biasanya meliputi tujuan jangka pendek berupa kebutuhan sehari-hari, pendidikan anak, berlibur. Jangka menengah antara lain membeli rumah dan aset. Lalu tujuan keuangan jangka panjang bisa meliputi dana pensiun dan warisan,” katanya.

Langkah kedua, mulai rumuskan budget pengeluaran sehingga terlihat jelas pos- pos keuangan mana yang harus ditekan ataupun ditambah.

Dalam hal ini, silakan identifikasi terlebih dahulu pengeluaran paling tinggi, lalu tentukan mana yang dapat dipangkas dan kurangi utang-utang yang bersifat konsumtif.

Berikutnya selalu sisihkan paling tidak 10 persen dari penghasilan untuk dana darurat.

“Paling tidak dapat mencukupi biaya bulanan hingga 6 bulan ke depan. Baru penghasilan diinvestasikan,” paparnya.

Langkah ketiga, tentukan time horizon dan profil risiko investasi.
“Hal ini bertujuan agar kita lebih disiplin dalam mencapai tujuan keuangan. Kemudian pertimbangkan profil risiko agar dapat mengetahui instrumen investasi apa yang paling cocok,” jelas Jemmy.

Ivan Jaya, Head of Wealth Management & Premier Banking Bank Commonwealth, menambahkan utang yang dapat ditoleransi agar perencanaan keuangan berjalan baik adalah utang yang bersifat produktif seperti membeli ruko untuk disewakan, membeli keperluan usaha untuk mendapatkan profit, dan utang produktif lainnya.

“Jangan pernah berutang untuk tujuan konsumtif misalnya membeli tas branded dengan skema cicilan,” tegasnya.

Halaman
1234
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved