Persela Lamongan
Persela Lamongan Minta PSSI Beri Kejelasan Wacana Aturan Pemain Usia Muda
Pelatih Persela Lamongan, Nil Maizar meminta PSSI memberi kejelasan soal wacana menurunkan pemain usia muda saat liga kembali dilanjutkan.
Penulis: Ndaru Wijayanto | Editor: Eben Haezer Panca
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ndaru Wijayanto.
SURYA.co.id | LAMONGAN - Pelatih Persela Lamongan, Nil Maizar masih buta arah dengan wacana aturan menurunkan pemain usia muda saat liga dilanjutkan nanti.
Menurutnya, harus ada detail kejelasan terkait aturan tersebut sehingga klub bisa mempersiapkan diri saat kompetisi Liga 1 2020 bergulir pada Oktober mendatang.
"Kami juga masih tunggu regulasi dari PSSI," kata Nil Maizar, Rabu (1/7/2020).
Sebelumnya, wacana ini digagas oleh PSSI terkait rencana Indonesia tampil sekaligus menjadi tuan rumah di Piala Dunia U-20 pada tahun 2021 mendatang.
PSSI berharap pemain U-20 bisa mendapat jam terbang bermain agar skill permainan mereka bisa makin terasah saat ajang antar negara itu berlangsung.
Di lain sisi, klub dilema karena belum mengetahui detail aturan ini. Apalagi tidak semua klub memiliki pemain U-20 yang siap secara skill dan mental tampil di Liga 1.
Bicara soal komposisi, tim Laskar Joko Tingkir musim ini menang dihiasi sejumlah pemain usia muda. Masalahnya, usia mereka sedikit di atas dari wacana regulasi tadi.
Sebut saja ada Ady Setiawan (20 tahun), Lukas Guruh (20 tahun), Diego Banowo (21 tahun), Riyatno Abiyoso (21 tahun), Rizqi Putro Utomo (21 tahun) dan lainnya usianya diatas.
Sumber data usia pemain di atas diambil dari website resmi klub Persela www. perselafootball.com pada Rabu (1/7/2020).
Alhasil tidak heran Nil Maizar meminta federasi dan operator kompetisi memberikan kepastian. "Kami masih tunggu aturan liga, maupun regulasi lainnya tentang pemain muda," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pelatih-persela-lamongan-nil-maizar-kaos-putih.jpg)