Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

IDI Jatim Apresiasi One Gate System RS Rujukan Covid-19 Jatim, Pasien Cepat Tertangani

IDI Jatim mengapresiasi langkah Pangkogabwilhan II, Marsekal Madya TNI Imran Baidirus yang menginisiasi one gate system rumah sakit rujukan Covid-19

SURYA.CO.ID/Sofyan Arif Candra Sakti
Ketua IDI Jatim, Sutrisno. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Ikatan Dokter Indonesia Jawa Timur (IDI Jatim) mengapresiasi langkah Pangkogabwilhan II, Marsekal Madya TNI Imran Baidirus yang menginisiasi one gate system untuk sistem rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa Timur.

Menurut Ketua IDI Jatim, Sutrisno, dengan sistem tersebut beban tenaga kesehatan (Nakes) akan berkurang, terutama di rumah sakit rujukan utama yang sering overload pasien.

"Selain itu pasien akan cepat tertangani lebih awal. Kemungkinan komplikasi dan mortalitas juga bisa diturunkan," ucap Sutrisno, Rabu (1/7/2020)

Dengan sistem rujukan satu pintu ini, rumah sakit dari daerah manapun tinggal membuka software untuk melihat rumah sakit mana yang masih ada ruang isolasi atau high care unit yang kosong.

"Misalnya dari Bondowoso tidak harus ke Surabaya, misalnya Jember kosong ya bisa ke sana," lanjutnya.

Dalam kesempatan lain, Pangkogabwilhan II Marsekal Madya TNI Imran Baidirus mengatakan one gate system ini merupakan kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Unair.

"Nantinya kami harapkan bisa mempercepat tindakan dalam hal merujuk pasien ke rumah sakit mana. Kami harapkan itu bisa lebih cepat sehingga pasien bisa ditindaklanjuti lebih cepat juga," kata Imran.

Dengan one gate system ini, lanjut Imran semua data rumah sakit itu terkumpul di RS Lapangan Covid-19 Jawa Timur, Jalan Indrapura Surabaya, secara real time.

"RS yang punya pasien yang baru akan calling kami di RS Lapangan sebagai call center dan akan kami hubungi di mana kira-kira rumah sakit yang punya kapasitas yang cukup untuk menampung pasien baru. Nanti kami konfirmasi, mampu atau tidaknya kami infokan ke RS yang punya pasien," lanjut Imran.

Saat ini pihaknya sedang mengumpulkan data tersebut dan secepatnya one gate system tersebut bisa segera dijalankan agar tidak ada penumpukan di satu rumah sakit.

"Dengan adanya ini pasien tidak datang lagi ke rumah sakit tapi tidak bisa ditangani. Apalagi kami juga punya tanggungan ke Pak Presiden agar kasus Covid-19 selama dua minggu bisa turun," pungkas Imran.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved