Breaking News:

Berita Bisnis

BPJAMSOSTEK Ingin Buka Ekosistem Baru Lewat Program Vokasi Indonesia Pekerja

BPJAMSOSTEK telah meluncurkan program Vokasi Indonesia Pekerja yang bertujuan untuk memberikan pelatihan kerja bagi masyarakat.

surya.co.id/akira tandika
Jajaran Direksi BPJAMSOSTEK melakukan tinjauan langsung ke Kantor Cabang Karimun Jawa untuk memastikan pelayanan One To Many. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sejak Maret 2020, BPJAMSOSTEK telah meluncurkan program Vokasi Indonesia Pekerja yang bertujuan untuk memberikan pelatihan kerja bagi masyarakat.

Lewat program ini, BPJAMSOSTEK ingin berpartisipasi membangun ekositem baru untuk memberdayakan pekerja yang putus kontrak alias PHK.

Tak sendirian, BPJAMSOSTEK bekerja sama dengan semua Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), Balai Latihan Kerja (BLK), dan lembaga sejenis selama memiliki izin dari Dinas Ketenagakerjaan, untuk membangun ekosistem baru ini.

"Mari bersama-sama BPJAMSOSTEK memberikan pelatihan kerja untuk semua pekerja, baik yang informal, migran, maupun penerima upah atau pekerja putus kontrak, untuk memberikan modul agar mereka menjadi ekosistem pekerja mandiri," ujar Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK Krishna Syarief. Selasa (30/6/2020)

Hal ini karena pada masa disrupsi 4.0 akan banyak perusahaan yang semakin sedikit mempekerjakan karyawan.

Dengan begitu, tentu akan semakin banyak masyarakat yang tidak mendapat pekerjaan jika hanya mengandalkan perusahaan.

"Maka, kami berusaha membuat ekosistem baru dengan melatih masyarakat agar memiliki keterampilan dan menjadi mandiri," lanjutnya.

Khrisna mengatakan, untuk mengikuti program vokasi ini syaratnya cukup mudah yakni, hanya dengan memiliki kartu BPJS Ketenagakerjaan.

"Apabila belum memiliki, perlu mendaftar dulu dan mengikuti iuran selama satu tahun. Sementara untuk lembaga pelatihan yang ingin bekerja sama dengan program ini, cukup menunjukkan surat izin dari Dinas Ketenagakerjaan dan sudah memiliki pengalaman selama satu tahun," jelasnya.

Saat ini, proses pelatihan vokasi BPJAMSOSTEK dilakukan secara daring atau online untuk wilayaj yang tengah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sementara pelatihan secara konvensional, sesuai ketentuan wilayah.

"Saya rasa program pelatihan sejenis ini penting adanya, untuk mewujudkan bahwa masyarakat ini bisa mandiri. Jadi intinya, kami tidak ingin masyarakat ini menganggur," tambahnya.

BPJAMSOSTEK menargetkan program pelatihan vokasi dapat diikuti 25 ribu orang dalam tahun ini, sesuai dengan anggaran operasional yang telag ditentukan.

"Satu lagi, program ini tidak hanya dikhususkan untuk mereka yang menjadi korban PHK, namun juga untuk yang masih memiliki pekerjaan dan ingin memiliki skill tambahan," tandas Khrisna.

Penulis: Akira Tandika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved