Rabu, 15 April 2026

Advertorial

2.300 Lansia Jatim yang Terdampak Covid-19 Dapat Bantuan Paket Sembako

Sebanyak 2.300 warga masyarakat lanjut usia di Jawa Timur mendapatkan bantuan sembako dari Kementerian Sosial dan Pemprov Jatim.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/sugiharto
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan bantuan secara simbolis pada lansia yang terdampak Covid 19 di Gedung Grahadi Surabaya, Selasa (1/7/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak 2.300 warga masyarakat lanjut usia di Jawa Timur mendapatkan bantuan sembako dari Kementerian Sosial dan Pemprov Jatim. Mereka adalah warga lanjut usia yang terdampak covid-19.

Penyerahan bantuan sembako tersebut dilakukan di Gedung Negara Grahadi, Rabu (1/7/2020) sore. Secara simbolis, bantuan sembako tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Jatim, Alwi.

Dari 2.300 bantuan untuk warga lanjut usia tersebut terinci bantuan dari Kementerian Sosial sebanyak 2.000 paket, dan dari Pemprov Jatim sebanyak 300 paket.

Para lansia yang mendapatkan bantuan paket sembako ini mereka yang ada di panti atau lembaga kesejahteraan sosial dari 12 kabupaten di Jawa Timur. Diantaranya Bangkalan, Blitar, Kediri, Ponorogo, Sumenep, Sampang, Pamekasan, Tuban, Kota Batu, Nganjuk, dan Jember

“Pandemi covid-19 ini tidak bisa disepelekan. Salah satu yang rentan adalah kelompok masyarakat lanjut usia. Maka saya berpesan pada panjenengan semua untuk waspada dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan,” kata Gubernur Khofifah, dalam sambutannya.

Ia mengingatkan bahwa saat ini yang memiliki risiko tertinggi adalah lansia dan yang memiliki penyakit penyerta. Lansia dan orang yang memiliki penyakit penyerta dikatakan Khofifah sebaiknya dijaga betul-betul dari penularan covid. Karena risiko akan lebih berat hingga menyebabkan kematian.

Selain lanjut usia, yang memiliki risiko komorbid paling berat adalah diabetes, hipertensi, penyakit jantung, kanker, asma, liver, ginjal, TBC, hamil dan juga gangguan imunologi.

Karena itu agar terhindar dari penularan, gubernur perempuan pertama Jatim ini mengajak lansia yang hadir di Grahadi untuk beradaptasi dengan kenormalan baru. Yaitu mengenakan masker, menjaga jarak atau physical distancing, dan juga cuci tangan dengan air mengalir dan dengan menggunakan sabun yang berbusa.

“Biasanya, kalau tidak sakit menggunakan masker itu tidak normal. Tapi kalau sekarang, kalau tidak menggunakan masker itu berbahaya, dan tidak normal. Maka inilah yang dikatakan new normal,” kata Khofifah.

Termasuk menjaga jarak. Sebelum pandemi, jika ada jarak antar dua orang atau lebih dalam kerumunan, maka dianggap tidak berteman atau dalam konflik. Tapi justru sekarang menjaga jarak diperlukan agar sama-sama aman. Maka itulah normal baru.

Terlebih hingga saat ini vaksin covid-19 belum ditemukan. Dan dalam pengembangan vaksin dibutuhkan sekitar dua tahun untuk bisa diproduksi massal. Sehingga itulah adaptasi normal baru dengan penegakan protokol kesehatan harus terus disosialisasikan.

Dari penelitian yang ada, menggunakan masker bisa mencegah penularan hingga 60 persen. Sehingga rumus mengenakan masker dalam penekan penularan covid-19 di seluruh dunia.

“Maka bapak ibu, mari kita sama-sama menjaga dengan menegakkan protokol kesehatan. Dan mari kita juga sama sama berdoa agar pandemi covid-19 ini bisa segera diangkat oleh Allah dari bumi Jawa Timur dari bumi Indonesia,” pungkas Khofifah.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Alwi mengatakan bahwa bantuan paket sembako ini diharapkan bisa meringankan para warga lansia Jatim dan keluarga.

“Setiap penerima mendapatkan paket beras, mie instan, biskuit, minuman, dan juga paket minuman untuk kesehatan,” kata Alwi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved