Viral Total Biaya Perawatan Pasien COVID-19 Mencapai Ratusan Juta, Berikut Rincian Sesungguhnya

Berapa total biaya perawatan pasien COVID-19 di Indonesia? Berikut rincian lengkapnya, ternyata tidak murah.

surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Tenaga kesehatan (nakes) dengan pakaian PAD lengkap di APD di Instalasi Gawat Darurat RS Manyar Medical Center (RS MMC), Jumat (19/6). Adanya pandemi Covid-19 membuat masyarakat enggan ke RS untuk mengurangi kemungkinan terpapar Covid-19. Untuk menutup biaya operasional, RS harus mencari pinjaman dan mengajukan penundaan cicilan alat-alat rumah sakit di bank. 

Melansir dari Kompas dalam artikel berjudul "Jangan Anggap Remeh, Ini Besaran Biaya Perawatan Pasien COVID-19, Tidak Murah!"

Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban mengakui, biaya untuk pasien COVID-19 sangat besar.

Bisa mencapai ratusan juta rupiah. Ada sejumlah alasan mengapa biaya perawatan pasien COVID-19 sangat mahal.

Pasien harus menjalani sejumlah tahapan pemeriksaan. Untuk ini, biaya ketersediaan alat medis tidak murah.

Misalnya, untuk keperluan rapid test.

"Itu tidak gratis. Kalau orang dengan COVID-19 itu dites dulu positif, menunggu polymerase chain reaction (PCR)-nya, biasanya dalam sekali tes habis Rp 1 juta," ujar Zubairi.

Setelah menjalani tes PCR, pasien positif COVID-19 akan menjalani masa karantina dan rawat inap di rumah sakit.

Perawatan ini akan membuat biaya semakin bertambah. Apalagi, dengan obat perawatan pasien COVID-19 yang juga tidak murah.

"Kalau sekarang yang rutin diberikan yang rawat inap diberi obat anti-pembekuan darah, tapi ada juga yang molekuler itu yang lumayan mahal. Sekali suntik Rp 300.000 sampai Rp 400.000 dalam satu obat, belum obat-obatan yang lainnya," kata Zubairi.

Biaya pelayanan ruangan juga akan menambah besaran biaya perawatan pasien COVID-19.

Halaman
1234
Penulis: Arum Puspita
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved