Berita Surabaya

Tren Bersepeda Warga Surabaya Meningkat, Bengkel Sepeda Gowes Mulai Kewalahan

Tren bersepeda gowes saat ini kembali mencuat sejak pandemi Covid-19. Selain para penjual sepeda, bengkel sepeda gowes juga kewalahan dengan banyaknya

SURYA/Ahmad Zaimul Haq
Bengkel sepeda Rico Bike Surabaya mulai ramai menerima perbaikan sepeda seiring meningkatnya atau maraknya kembali warga bersepeda 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Tren bersepeda gowes saat ini kembali mencuat sejak pandemi Covid-19. Selain para penjual sepeda, bengkel sepeda gowes juga kewalahan dengan banyaknya pelanggan yang datang

Seperti di bengkel sepeda Rico Bike Surabaya yang terlihat ramai setiap harinya. Bahkan antrian servis sepeda yang biasanya hanya sekitar tiga hari kini bisa mencapai dua minggu.

Owner Rico Bike Surabaya, Mawan Hermanto (40) mengungkapkan baru saat pandemi ini ia cukup kewalahan menangani servis seepda di bengkel yang ia buka sejak tahun 2009 ini.

"Sejak PSBB mulai booming sampai stok sparepart tidak bisa normal. Bisa meningkat empat sampai lima kali lipat dari jari biasa. Dan paling banyak memang sepeda lipat,"ungkap pemilik bengkel dan toko sparepart sepeda gowes di jalan Wonorejo I/37-39 Surabaya ini.

Rico, sapaan akrab Mawan mengaku ia bisa mengerjakan sepeda selama seminggu penuh. Jika sejak pagi sampai sore ia membuka toko untuk berjualan sparepart, maka dari sore hingga tuntas ia mengerjakan perakitan dan servis sepeda.

"Dulu sehari dua hari selesai, sekarang nunggunya bisa dua minggu. Karena banyak yang antri,"lanjutnya.

Namun, dikatakan Rico, usahanya tidak menyediakan sepeda secara utuh. Melainkan menyediakan sparepart dan perakitnnya.

"Jadi mau cari sparepart apa sekalian pasang. Tetapi sekarang semua sparepart jenis sepeda apapun sedang langka,"lanjutnya.

Pelanggan Rico Bike Surabaya, Ilham Ahong mengaku harus ikut mengantri untuk bisa mendapatkan pelayanan servis sepeda lipat miliknya. Beruntung dalam empat hari rakitan sepeda lipat milikmya bisa selesai.

"Saya setahun terakhir suka gowes, dan ini sepeda lipat sudah lama. Cuma saya upgrade, ganti semuanya nyisa kerangka,"ujarnya

Tak tanggung-tanggung, Ilham menghabiskan biaya hingga Rp 8 juta untuk memenuhi kepuasannya pada sepeda gowes.

"Kalau yang ori sudah bsia digowes, tapi saya nyari nyaman. Kayak sadel sampai roda juga cari yang nyaman karena jauh jarak tempuhnya,"paparnya.

Ilham mengaku menjadi langganan Rico karena ketelatenan Rico dalam mengerjakan sepeda rakit.

"Kalau ngerjakan kayak ngerjakan sepeda sendiri jadi lama ngerjainnya. Tapi pasti memuaskan hasilnya dan terjangkau," pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved