Stay At Home Dorong Penjualan Snack Sekar Laut Meningkat

Meski di tengah kebijakan stay at home, PT Sekar Laut Tbk masih mencicipi pertumbuhan penjualan. Ini alasannya...

surya/sri handi lestari
Direktur PT Sekar Laut Tbk, John C Gozal, bersama Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jatim, Dewi Sriana Rihantyasni, saat kunjungan ke pabrik sebagai salah satu perusahaan emiten dari BEI, Rabu (6/11/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Banyaknya keluhan perusahan yang mengalami penurunan omzet ditengah pandemi covid 19, masih belum berlaku bagi PT Sekar Laut Tbk. Perusahaan yang memproduksi krupuk Finna, saus, sambal dan Snack tersebut mengaku masih memang target pertumbuhan penjualan maupun kinerja sekitar 10 persen di tahun 2020 ini.

Direktur PT Sekar Laut Tbk, John C Gozal, mengakui kinerja perseroan di kuartal I tahun 2020 sudah mengalami pertumbuhan yang signifikan dibanding periode yang sama tahun 2019.

"Kuartal I tahun 2020, atau Januari hingga Maret, kami sudah catatkan penjualan bersih sebesar Rp 329,9 miliar," kata John C Gozal, saat publik expose tahunan PT Sekar Laut Tbk yang digelar dengan zoom meeting, Selasa (30/6/2020).

Sementara penjualan bersih di tahun 2019, perseroan yang mencatatkan pertumbuhan 22,6 persen dibanding tahun 2018. Dengan nilai mencapai Rp 1,28 triliun.

"Di tahun 2020 ini, kami masih optimis masih akan tumbuh. Meski di akhir kuartal I hingga saat ini, bahkan diprediksi hingga akhir tahun, pandemi covid 19 berlangsung," ungkap John.

Bahkan hingga akhir tahun perseroan membidik pertumbuhan penjualan hingga 10 persen. Menurut John, hal itu sesuai dengan kondisi saat ini dimana penjualan produk kerupuk masih dalam kondisi stabil meski pandemi.

"Kalau imbas, terutama saat PSBB (Pembatasan Sosial Berbasis Besar), yang membuat produk kami di restoran banyak yang tidak terjual, karena restoran harus tutup," ungkap John.

Namun pihaknya kemudian menggeber penjualan ke sektor lainnya dan ekspor. Diakui John, saat ini pasar ekpor masih stabil. Bahkan ditengah pandemi yang juga berlangsung global ini, ekspor produk Sekar Laut, volumenya malah meningkat.

"Jadi dengan target tumbuh 10 persen sampai akhir tahun kami tetap agresif ke pasar baik domestik maupun ekspor," lanjut John.

Untuk pasar domestik, diakui John, adanya stay at home membuat konsumsi Snack meningkat. Termasuk produk krupuk dari Finna, yang memiliki lini produk Snack krupuk yang ready to eat.

Di tahun 2020 ini, selain target peningkatan penjualan, Direktur Operasional Sekar Laut, S Sandiono Sungkono, menyebutkan, pihaknya juga meluncurkan dua produk baru. "Salah satunya adalah sambal teri. Kami melihat peluang yang cukup positif dari produk ini," kata Sandiono.

Baik pasar domestik maupun ekspor. Saat ini, kontribusi pasar ekspor dari semua produk Sekar Laut, mencapai 25 persen. Permintaan negara-negara di Eropa dan Asia, diakui masih stabil dan bahkan volume meningkat.

Sementara itu dalam publik expose kinerja Sekar Laut di tahun 2019 itu, disampaikan juga dengan pencapaian laba bersih perseroan yang tumbuh 42 persen. Dengan nilai Rp 45 miliar.

Sedangkan laba per saham mencapai Rp 66 per lembar saham.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved