Berita Surabaya

Seniman Shierly Lin asal Jombang Transformasikan Foto Jadi Karya Lukis

Jemari tangan seniman Maria Shierly Fransiska, lincah menggoreskan pensil di atas sebuah kertas gambar. Lewat goresan-goresannya, seniman asal Jombang

Dok Christine Ayu Nurchayanti
Seniman Maria Shierly Fransiska atau yang biasa disapa Shierly Lin berpose di depan sejumlah karyanya yang bergaya fotorealisme 

SURYA.co.id | SURABAYA - Jemari tangan seniman Maria Shierly Fransiska, lincah menggoreskan pensil di atas sebuah kertas gambar. Lewat goresan-goresannya, seniman asal Jombang, Jawa Timur ini berhasil menghasilkan gambar figur atau tokoh manusia yang sangat mirip dengan aslinya.

Fotorealisme memang menjadi gaya seniman yang lebih akrab dengan nama Shierly Lin ini.

"Saya kenal seni lukis dasar sejak SD. Kemudian kelas 1 SMP mulai tertarik mencoba melukis potret dengan menggunakan pensil di atas kertas, referensi foto dari majalah," katanya kepada Surya, Selasa (30/6/2020).

Melihat hasilnya mirip, ia semakin tertarik untuk mencoba menggambar tokoh-tokoh lainnya. Sejak saat itu, Shierly mulai jatuh cinta dengan lukis wajah.

Ada banyak tokoh yang ia gambar, mulai dari selebriti seperti Emma Watson, Shaheer Sheikh, dan Ariana Grande, sampai tokoh-tokoh Indonesia seperti Gusdur dan Bung Karno.

Bahkan, perempuan kelahiran 12 Oktober 1985 ini berkesempatan untuk menggambar dan memberikan lukisan wajah Joko Widodo (Jokowi) kepada sang presiden langsung pada 2018 lalu.

"Sejak awal mengenal seni lukis, saya pernah mencoba berbagai style, contohnya karikatur, dan mencoba menggunakan berbagai media, baik menggambar di atas kertas dengan menggunakan crayon, spidol, cat air, cat poster, pensil, pensil warna. Pernah melukis di atas kanvas dengan menggunakan cat minyak, maupun melukis di bidang gambar lainnya, di media piring menggunakan permanen marker," urainya.

Dari semua yang pernah ia coba, katanya, Shierly paling enjoy saat menggambar potret dengan style photorealism menggunakan pensil dan pensil warna.

"Di mana proses pengerjaannya sangat memerlukan ketelitian, ketekunan, kesabaran. Entah kenapa saya sangat menikmati setiap goresan saat menggambar detail. Baik bentuk dan tekstur kulit, arisan gelap-terang," Shierly menjelaskan.

Saat berhasil menyelesaikannya, Shierly merasakan kepuasan tersendiri. Terlebih jika hasil akhir lukisannya bisa mirip dengan referensi fotonya.

Halaman
12
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved