Berita Jember

PPS yang Reaktif Setelah Rapid Test di Jember Tak Diperbolehkan Ikut Melakukan Verifikasi Faktual

Sejumlah petugas penyelenggara pilkada Jember dinyatakan reaktif setelah rapid test. Mereka pun dilarang ikut melakukan verifikasi faktual

surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Rapid test terhadap petugas PPS di Kabupaten Jember. Mereka yang dinyatakan reaktif tidak diperbolehkan bertugas melakukan verifikasi faktual. 

SURYA.co.id | JEMBER - Beberapa orang penyelenggara Pilkada di tingkat desa dan kelurahan di Jember diketahui reaktif setelah menjalani rapid test, Sabtu (27/6/2020).

Mereka yang dinyatakan reaktif inipun tidak diperkenankan bertugas melakukan verifikasi faktual

Petugas penyelenggara di tingkat kecamatan, desa dan kelurahan mengikuti tes rapid  sebelum mereka terjun ke lapangan untuk melakukan verifikasi faktual berkas dukungan bakal calon kepala daerah jalur perseorangan.

Petugas yang memverifikasi adalah Panitia Pemungutan Suara (PPS), atau petugas penyelenggara Pemilu di tingkat desa dan kelurahan.

PPS se-Kabupaten Jember sudah mengikuti tes rapid akhir pekan lalu sebelum mereka melakukan tugasnya sebagai verifikator berkas dukungan di lapangan. Verifikasi berkas dukungan bakal calon kepala daerah dari jalur perseorangan itu dilakukan dari rumah ke rumah.

Rupanya dari tes rapid itu, ada beberapa orang yang menunjukkan hasil reaktif. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember M Syai'in mengakui adanya petugas yang menunjukkan reaktif hasil tes rapid.

Tetapi Syai'in tidak menyebutkan berapa orang yang diketahui reaktif hasil tes rapid tersebut. "Untuk jumlahnya tidak usah, memang ada. Dan sudah dipastikan, kalau yang reaktif itu tidak melakukan tugasnya melakukan verifikasi, dan harus menjalani karantina mandiri," tegas Syai'in, Selasa (30/6/2020).

Petugas yang reaktif, tegas Syai'in, langsung digantikan oleh petugas lain yang juga harus menjalani tes rapid sebelum mereka bertugas.

Syai'in menegaskan, mereka yang memverifikasi di lapangan adalah petugas yang hasil tesnya non-reaktif. Verifikasi faktual berkas dukungan untuk bakal calon kepala daerah dari jalur perseorangan sudah mulai sejak Senin (29/6/2020).

"Verfak (verifikasi faktual) sudah jalan mulai kemarin," pungkas Syai'in.

Sebelumnya, penyelenggara Pilkada 2020 di tingkat kecamatan dan kelurahan/desa menjalani tes rapid menjelang pelaksanaan tahapan verifikasi faktual (verfak) berkas dukungan bakal calon kepala daerah dari jalur perseorangan, Sabtu (27/6/2020).

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember Gatot Triyono, mengatakan, penyelenggara Pilkada yang menjalani pemeriksaan kesehatan itu adalah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) , Pengawas Kelurahan/Desa (PKD), serta staf Panwascam.

Pemeriksaan berlangsung serentak di 31 kecamatan dan dilaksanakan di kantor kecamatan masing-masing. “Gugus tugas melakukan pemeriksaan setelah Bawaslu dan KPU mengajukan permohonan,” ujar Gatot.

Berdasar permohonan kedua lembaga yang menjadi penyelenggara tersebut, total petugas yang diajukan menjalani tes rapid sebanyak 1.333 orang. Rinciannya, PPK sebanyak 155 orang, PPS sebanyak 744 orang, Panwascam dan staf sebanyak 341 orang, serta PK/D sebanyak 248 orang.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved