Berita Surabaya

POGI Minta Pemkot Fasilitasi Tes Swab Gratis Untuk Ibu Hamil Usia Kandungan 37 Minggu

POGI Surabaya mendorong pemkot Surabaya untuk memfasilitasi tes swab gratis untuk ibu hamil usia 37 minggu.

surya.co.id/ahmad zaimul haq
Petugas saat melakukan rapid dan swab test massal gratis pada ratusan warga yang digelar Pemkot Surabaya bekerjasama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) RI, Jumat (29/5/2020) di halaman Siola. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Surabaya mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk memfasilitasi tes Swab atau tes PCR Covid-19 pada ibu hamil usia 37 Minggu.

Dalam webinar program AWC (Airlangga Webinar Conference) Covid-19 series yang diadakan Fakultas Kedokteran Unair pada 11 Juni 2020, terungkap fakta dalam sehari ada 7 kasus pasien yang datang ke kamar bersalin RSUD dr Soetomo membawa hasil rapid test positif.

Ketua POGI Surabaya, dr Brahmana Askandar SpOG K-Onk mengungkapkan jika ibu hamil datang tanpa membawa data hasil tes Covid-19, maka pihak rumah sakit tidak akan berani melakukan penanganan.

"Jika pada kehamilan 37 minggu, belum ada tesnya kemudian datang ke kamar bersalin pembukaannya sudah 8. Kami tidak punya waktu untuk melakukan test, kan jadi sangat bahaya karena belum ada data, kemudian bercampur dengan pasien lain itu jadi penyulit,"urainya.

Untuk itu POGI mengusulkan saat di puskesmas ibu hamil yang datang pada usia kehamilan 37 harus di tes swab. Sehingga saat bersalin dokter akan tahu status ibu hamil negatif apa positif.

"Kalau di puskesmas sudah menjadi tanggungan pemerintah kota pembiayaannya. Untuk di rumah sakit lain seperti rumah sakit swasta, harus dipikirkan pembiayaannya. Kami mengimbau ada penanggungan minimal untuk rapid nya,"paparnya.

Brahmana mengungkapkan penting untuk mengetahui status Covid ibu hamil agar langkah preventif pada bayi bisa dilakukan.
Agar tidak menyebabkn penularan Covid ke pasien, dokter, bidan, bayi lainnya.

Sementara itu, terkait kelebihan kapasitas Covid-19 di rumah sakit rujukan seperti RSUD Dr Soetomo juga berdampak dalam pembatasan pada perawatan ibu hamil dengan Covid.

"Hingga saat ini rumah sakit rujukan Covid-19 sudah kelebihan kapasitas karena banyak rumah sakit bersalin tidak menerima pasien hamil dengan status rapid reaktif ataupun positif,"lanjutnya.

Untuk itu POGI meminta Pemkot melakukan Zonasi rumah sakit bersalin. Sehingga bisa dibantu untuk menangani ibu hamil dengan Covid-19.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved