Virus Corona di Surabaya

Dukung One Gate Sistem di RS Rujukan Pasien Corona, Kapolda Jatim Turunkan Personel di Rumah Sakit

Dukung One Gate System RS Rujukan, Kapolda Jatim Turunkan Personel di Rumah Sakit

ist
Kapolda Jatim, Irjen Pol M. Fadil Imran saat mendampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah di kampung tangguh di Desa Bolorejo, Kauman, Tulungagung, Minggu (7/6/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kapolda Jatim Irjen Pol Fadil Imran berkomitmen untuk mendukung penuh sistem one gate system dalam pendistribusian pasien covid-19 yang akan dilakukan di bawah komando Pangkogabwilhan II Marsekal Madya TNI Imran Baidirus.

Dalam Rapat Koordinasi Pelayanan Terintegrasi pada Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Jawa Timur di Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan, Selasa (30/6/2020), ia menegaskan bahwa koordinasi dengan Polres dan Polsek sudah dilakukan. Anggota polisi akan diterjunkan di setiap titik rumah sakit rujukan.

"Kami siap mendukung penuh termasuk fenomena terakhir yang membuat rumah sakit resah ketika ada pemulangan jenazah secara paksa. Kami sudah komunikasikan dengan Polsek dan Polres bahwa kami akan menempatkan anggota di rumah sakit, mengawal sampai pemakaman agar semua yang terkait rasa aman dan transmisi penularan melalui jenazah bisa kita antisipasi," kata Imran.

Memang kondisi saat ini menjadi tantangan yang cukup berat. Dimana Jatim sekarang ada di peringkat satu nasional dengan jumlah kasus tertinggi se Indonesia. Namun karena keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi maka pihaknya siap bersama jajatan untuk membantu para tenaga kesehatan dan rumah sakit.

"Karena ini nanti adalah one gate system, maka akan ada pengawalan pasien. Mungkin ada pasien yang tidak terima dipindahkan. Saya sudah minta personel untuk ditempatkan di rumah sakit," tegasnya.

Ancaman pandemi covid-19 ditegaskan Kapolda Jatim ini, adalah ancaman yang nyata. Bahkan di jajaran anggota jajaran Polda Jatim sudah ada yang terpapar bahkan meninggal dunia karena covid-19. Beberapa ada yang memiliki komorbid dan juga usia lanjut. Namun ia menegaskan bahwa ini adalah bentuk pengabdian mereka.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam rangka melaksanakan instruksi Presiden RI Joko Widodo untuk menurunkan kasus covid-19 di Jatim dalam waktu dua pekan sekaligus menurunkan angka kematian Pangkogabwilhan II Marsekal Madya TNI Imran Baidirus melakukan penataan pasien covid-19 dan pendistribusian pasien covid-19.

"Saat ini penting untuk menyamakan persepsi agar bisa mengimplementasikan action plan yang telab disusun oleh Gugus Tugas agar bisa merawat pasien covid-19 secara maksimal, pasien non covid-19 dan juga menurunkan angka kematian kasus covid-19," kata Pangkogabwilhan II Marsekal Madya TNI Imran Baidirus.

Ia mengingatkan bahwa saat ini kasus covid-19 Jatim tertinggi nasional. Dan juga angka kematiannya juga tertinggi. Maka faktor yang sangat menentikan dalam penanganan kasus covid-19 di Jatim adalah pemberdayaan RS rujukan dalam melayani pasien mulai ringan hingga berat.

Atas amanah presiden untuk menangani Rumah Sakit Lapangan Indrapura dan meningkatkan sinergi RS Rujukan dalam menangani wabah covid-19 maka ditegaskannya penting dibentuk sistem yang terintegrasi.

"Kita akan buat pendistribusian pasien secara terintegrasi. Supaya segera, kita akan buat one gate system yang akan menghubungkan Pemda, rumah sakit dan pasien supaya waktu penanganan bisa lebih efektif dan distribusi pasien bisa lebih mudah," tegasnya.

(Fz/fatimatuz zahroh)

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved