6 Fakta Pasutri di Cimahi Jual Daging Celeng Untuk Bakso dan Rendang, Modus Dioplos Daging Sapi

Pasutri di Cimahi Jawa Barat ditangkap diduga menjual daging celeng ke pelanggannya di empat daerah, Bandung, Tasikmalaya, Cianjur dan Purwakarta.

KOMPAS.COM/AGIE PERMADI
Anggota Polres Cimahi memperlihatkan daging celeng yang dijual pasutri di Mapolresta Cimahi, Selasa (30/6/2020). 

SURYA.co.id | BANDUNG - Pasangan suami istri di Cimahi Jawa Barat ditangkap karena diduga menjual daging celeng kepada pelanggannya yang ada di empat daerah, Bandung, Tasikmalaya, Purwakarta dan Cianjur.  

Kini, T(45) dan R (24) selaku pasutri jual daging celeng itu ditetapkan sebagai tersangka dan terancam kurungan penjara selama 5 tahun.

Dari pengakuan tersangka, aktivitas penjualan daging celeng sudah dilakukannya sejak 2014 atau sudah 6 tahun lamanya.

Namun, polisi tak hanya menangkap pasutri tersebut. Para pelanggan yang membeli daging celeng lalu dioplos

Kelima orang yang ditangkap ditempat berbeda di Jawa Barat ini berencana dilimpahkan ke Polres di masing-masing wilayah.

"Kepada kelima orang ini, sekarang sedang diproses di Polres Cimahi.

Dan rencananya akan kita limpahkan ke polres-polres yang lain, Polres Cianjur, Polres Tasikmalaya, Polres Purwakarta," kata Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris Maulana Yusif Marzuki saat rilis kasus, Selasa (30/6/2020).

Berikut 6 fakta pasutri di Cimahi jual daging celeng kemudian digunakan sebagai bahan baku bakso dan rendang:

1. Beredar di 4 daerah

Pelimpahan tersebut dilakukan lantaran penjualan daging celeng oplosan ini pun dilakukan oleh para pelanggan pasutri itu di daerah Bandung, Purwakarta, Cianjur, dan Tasikmalaya.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved