Breaking News:

Citizen Reporter

New Normal Tak Surutkan SCCC Menggelar Pelatihan Advokasi Perlindungan Anak Untuk Paralegal

Di tengah ancaman Covid-19, SCCC menggelar pelatihan paralegal. Tentu saja kegiatan ini digelar dengan mengedepankan protokol kesehatan

ist/citizen reporter
Pelatihan paralegal yang digelar SCCC di salah satu hotel di kawasan Trawas, Mojokerto. Dalam pelatihan ini protokol kesehatan diterapkan untuk menjauhkan para peserta dari ancaman covid-19. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Gempuran wabah covid-19 yang melanda seluruh dunia dan memicu diterapkannya New Normal di Indonesia, tak menyurutkan langkah SCCC (Surabaya Children Crisis Center) untuk mengadakan pelatihan pada paralegal dalam memberikan advokasi perlindungan pada anak.

Pelatihan ini digelar untuk meningkatkan kemampuan paralegal dalam mencegah pelanggaran terhadap hak–hak anak yang mungkin dilakukan oleh berbagai kalangan.

Hal itu pun sesuai dengan visi dan misi SCCC yaitu Best Interest For Child.

Hishom, Direktur SCCC mengatakan pelatihan tersebut bertujuan untuk menambah wawasan bagi para pendamping anak dalam melakukan upaya advokasi. baik secara preventif maupun penanganan masalah terhadap anak–anak, terlebih pada masalah Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) dan anak-anak yang terjebak dalam Ekploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA).

“Walaupun sekarang ini masa new normal yang kita jalani tidak seperti biasanya, tapi kita juga harus terus membela dan mengawasi hak – hak anak jangan sampai dilanggar. Untuk itulah, kami SCCC mengundang para peserta ini untuk hadir dalam pelatihan. Dan mohon dimaklumi jika protokol yang diterapkan sangat ketat selama pelatihan, demi kebaikan kita bersama,” ujar Hishom, Jumat (26/06/20).

Pelatihan paralegal ini digelar selama 3 hari, yakni mulai 26 Juni hingga 28 Juni 2020 di salah satu hotel di kawasan Trawas, Mojokerto. 

Para peserta yang berjumlah sekitar 50 orang diajak untuk mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan arahan panitia yang mengacu pada protokol kesehatan dari pemerintah.

“Ke depannya diharapkan, bahwa paralegal maupun pendamping anak ini mampu action dalam menjaga hak – hak anak dengan lebih baik lagi. Sehingga dapat menekan angka pelanggaran terhadap hak – hak anak. Terutama permasalahan ABH dan ESKA yang datanya semakin tinggi.” kata Edward Dewaruci, Pembina SCCC dalam acara penutupan, Minggu (28/0620).

Pelatihan ini membawa dampak positif bagi peserta. Selain menambah wawasan dan ilmu dalam mengadvokasi permasalahan anak, juga menambah jejaring di tiap kota maupun provinsi seluruh Indonesia.

Mereka saling bertukar pengalaman terkait penanganan masalah didaerah masing–masing. Para peserta berharap acara tersebut dapat digelar lagi di tahun–tahun mendatang.

“Bukan ahli hukum, bukan pula praktisi hukum. Namun celaka jika tidak memiliki wawasan hukum. Tiga hari yang berkesan dengan materi dan narasumber berkualitas serta kawan–kawan yang bersahabat, penuh dengan suasana akrab yang hangat. Semoga acara seperti ini dapat digelar lagi ditahun mendatang,” kata Adi Prasetyo yang akrab disapa Kang Adi, salah satu peserta dari Bandung. 

Penulis : Kudus Surya Dharma

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved