Breaking News:

Berita Tuban

Fakta yang Terungkap dalam Kasus Pria di Tuban Setubuhi Anak Tirinya Sejak Tahun 2019

Polisi mengungkapkan tentang sosok Ahmad Arifin (34), warga salah satu kecamatan di Kabupaten Tuban yang diringkus atas kasus persetubuhan anak

SURYA.CO.ID/M Sudarsono
Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono bersama tersangka saat ungkap kasus pencabulan di Mapolres Tuban, Senin (29/6/2020). 

SURYA.CO.ID, TUBAN - Polisi mengungkapkan tentang sosok Ahmad Arifin (34), warga salah satu kecamatan di Kabupaten Tuban yang diringkus atas kasus pencabulan anak di bawah umur.

Pelaku tega mencabuli anak tirinya sebut saja melati, seorang siswi SMP yang masih duduk di kelas 2 itu sebanyak 8 kali, sejak November 2019 hingga Maret 2020.

Dibalik aksi tak terpujinya itu, ternyata pelaku sudah menikah sebanyak tiga kali.
Pernikahan pertamanya tidak mempunyai anak, kedua memiliki anak dari pasangannya dan ketiga menikah dengan istrinya yang sudah memiliki anak yaitu Melati.

Namun pada pernikahan ketiga, dia tak kuasa menahan nafsunya untuk menyetubuhi anak tirinya.
Terlebih saat dia pulang dari Malaysia, karena istrinya tidak mau disetubuhi.

"Pelaku sudah menikah tiga kali, jadi cerai lalu menikah lagi, aksi cabul dilakukan pada anak tirinya istri ketiga," kata Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono saat ungkap kasus di Mapolres, Senin (29/6/2020).

Ruruh menjelaskan, pelaku pertama melakukan aksinya pada malam hari sekitar pukul 23.00 WIB di ruang tamu saat istrinya sedang terlelap tidur.

Lalu aksi cabul itupun berlanjut sampai 8 kali, hingga akhirnya terungkap saat korban wajahnya pucat lalu ditanya sang ibu menjawab jujur atas apa yang dialami.

Mengaku Tak Dijatah Istri Jadi Alasan Pria di Tuban Ini Setubuhi Anaknya yang Masih di Bawah Umur

Pria di Tuban Setubuhi Anaknya 8 Kali, Korban Lapor ke Ibu dengan Kondisi Seperti Ini

Selanjutnya, ibu dari Melati melaporkan aksi tersebut ke polisi.

"Setelah kita mendapat laporan lalu kita dalami hingga akhirnya ditangkap. Pelaku kita jerat undang-undang perlindungan anak, ancaman hukuman 15 tahun penjara," pungkasnya.

Atas penangkapan tersebut, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya baju tidur dan celana dalam yang dikenakan korban.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved